
Gambar yang menarik dan unik menjadi elemen penting untuk mencuri perhatian pengguna (user) di ranah digital, terutama ketika perhatian mereka terpecah di tengah lautan konten yang nyaris tak berujung.
Faktanya, elemen visual membantu menyampaikan gagasan dengan cepat dan membuat informasi lebih mudah dipahami hanya dalam sekali pandang.
Konten tulisan memang berperan besar dalam menjelaskan detail. Namun, dalam banyak kasus, gambar justru meninggalkan kesan yang lebih kuat.
Ketika visual tersebut dioptimalkan untuk kebutuhan web, manfaatnya semakin luas, memperkuat pengenalan brand, meningkatkan pengalaman berselancar, serta mengarahkan pengguna ke langkah berikutnya dalam perjalanan mereka.
Mengapa Optimasi Gambar untuk SEO Itu Penting?
Ilustrasi gambar dalam website
Foto oleh Mediamodifier di Unsplash
Optimasi gambar untuk SEO adalah proses menyiapkan dan menyajikan gambar berkualitas tinggi dalam ukuran, format, dan resolusi yang tepat guna meningkatkan keterlibatan pengguna. Proses ini juga mencakup pemberian label yang akurat agar crawler mesin pencari seperti Google dapat menemukan gambar tersebut dan memahami isinya.
Penting bagi Anda untuk memahami cara mengoptimalkan gambar untuk website, termasuk praktik terbaik optimasi gambar untuk SEO. Mulai dari dasar hingga teknis yang perlu diperhatikan.
Optimasi gambar dimulai sejak tahap pemilihan visual. Prosesnya kemudian berlanjut ke penamaan file yang tepat, penulisan alt text yang relevan, hingga memastikan ukuran dan tipe file sesuai kebutuhan web.
Namun sebelum masuk ke aspek teknis tersebut, ada satu hal mendasar yang perlu dipahami, mengapa gambar dibutuhkan di dalam sebuah website?
1. Gambar memperkuat konten
Pada dasarnya, gambar adalah bagian dari konten itu sendiri, jenis konten yang mampu menciptakan dampak besar bagi audiens.
Bayangkan waktu yang dibutuhkan untuk membaca satu paragraf pendek dan padat. Tidak lama, memang. Namun, gambar dapat diproses oleh otak manusia hanya dalam sekitar 13 milidetik, atau sekitar 60.000 kali lebih cepat dibandingkan teks semata.
Karena itu, gambar hampir selalu digunakan berdampingan dengan teks untuk menegaskan pesan utama. Kombinasi ini terbukti sangat efektif. Bahkan, informasi berbasis teks bisa menjadi jauh lebih kuat ketika diintegrasikan langsung ke dalam visual, misalnya melalui infografik.
2. Gambar meningkatkan daya ingat konten
Infografik memang berpotensi menciptakan efek viral bagi sebuah brand. Namun, foto sederhana yang ditempatkan dalam konteks yang tepat juga dapat meningkatkan pemahaman audiens secara signifikan.
Konten web yang memuat elemen visual, baik gambar maupun video, dapat memperoleh hingga 94 persen lebih banyak tampilan dibandingkan halaman yang hanya berisi teks.
Pola serupa juga terlihat pada email newsletter. Versi yang menyertakan visual cenderung mendapatkan rasio klik dan tingkat interaksi yang lebih tinggi.
Ilustrasi gambar dalam website
Foto oleh Firmbee.com di Unsplash
3. Gambar sebagai representasi identitas brand
Visual yang digunakan di dalam website juga berperan besar dalam menyampaikan karakter dan identitas sebuah brand.
Setiap gambar yang ditampilkan dapat membantu memperkuat, memperhalus, dan memantapkan citra tersebut. Melalui visual yang konsisten, brand dapat membangun pesan yang selaras, menumbuhkan familiaritas, dan pada akhirnya mendorong loyalitas pelanggan.
4. Gambar juga berperan langsung dalam mendatangkan traffic ke website
Penelusuran gambar menyumbang sekitar 10,1 persen dari seluruh kueri yang diproses Google. Kontribusi ini semakin terasa sejak Google mengubah tombol “View Image” pada hasil pencarian gambar menjadi “Visit Page”. Perubahan tersebut mendorong pengguna untuk langsung mengunjungi halaman sumber, bukan sekadar melihat gambar secara terpisah.
Selain berdampak pada traffic, gambar membuat tampilan website jauh lebih menarik secara visual. Website yang dirancang dengan baik selalu memadukan teks dengan gambar dan logo yang kuat. Prinsip yang sama seharusnya diterapkan saat menambahkan konten baru.
7 Langkah Mengoptimalkan Gambar untuk Web
Ilustrasi website dan gambar
Foto oleh Aleksi Tappura di Unsplash
Mengingat pentingnya gambar bagi brand dan kehadiran online sebuah bisnis, cukup mengejutkan bahwa masih banyak orang belum terbiasa memasukkan optimasi gambar ke dalam strategi SEO mereka. Karena itu, berikut tujuh langkah yang bisa diterapkan untuk memperbaiki praktik tersebut.
1. Pilih gambar yang tepat
Mesin pencari berfokus menyajikan konten yang paling relevan bagi pengguna, termasuk konten visual. Oleh sebab itu, gambar yang digunakan harus selaras dengan topik yang sedang dibahas.
Jika Anda menulis tentang social media content marketing, misalnya, menggunakan foto selebritas terkenal hanya untuk menarik perhatian bukanlah langkah yang tepat, kecuali bisnis Anda memang memiliki keterkaitan langsung dan izin penggunaan yang sah.
Hindari menambahkan gambar hanya demi memenuhi ruang di website Anda. Gambar sebaiknya digunakan untuk melengkapi isi tulisan, memecah blok teks yang panjang, serta membantu audiens memahami konsep yang disampaikan dengan lebih jelas.
- Gunakan gambar buatan sendiri. Jika memungkinkan, gunakan gambar hasil produksi sendiri. Dunia digital saat ini dipenuhi foto stok, sehingga visual orisinal akan lebih menonjol.
- Foto stok tetap menjadi opsi. Dalam kondisi tertentu, penggunaan foto stok tetap dapat diterima. Misalnya, ketika Anda tidak memiliki visual sendiri yang sesuai dan gambar hanya berfungsi sebagai ilustrasi, bukan representasi langsung produk yang dijual. Namun, pastikan lisensi penggunaannya jelas dan sah.
- Memanfaatkan daya tarik wajah manusia. Secara biologis, manusia cenderung memberi perhatian lebih pada wajah. Karena itu, gambar yang menampilkan wajah manusia sering kali lebih efektif dalam mendorong konversi dibandingkan jenis visual lain.
2. Perhatikan teks yang menyertai gambar
Saat mengunggah gambar di website Anda, pengguna biasanya diminta mengisi berbagai detail lampiran. Karena tidak memahami dampaknya terhadap optimasi SEO gambar, banyak orang memilih melewati tahap ini.
Perlu dicatat, apa pun jenis content management system yang Anda pakai, prinsip-prinsip ini umumnya juga berlaku pada berbagai platform pembuatan website lainnya.
- Judul gambar (Title). Setiap gambar perlu memiliki judul yang akurat dan relevan. Secara default, judul sering kali diambil dari nama file yang diunggah. Jika nama file hanya berisi kombinasi angka dan huruf acak, nilai informasinya bagi mesin pencari sangat minim. Sebelum mengunggah gambar, beri nama file yang benar-benar menggambarkan isi visual tersebut. Sertakan keyword yang relevan dan berpotensi digunakan dalam pencarian Google.
- Alt text gambar. Mesin pencari mengumpulkan informasi melalui crawler yang menelusuri website dan membaca kode. Crawler ini tidak dapat “melihat” gambar, sehingga bergantung pada informasi pendukung. Alt text dibuat untuk menjelaskan gambar ketika browser gagal menampilkannya. Selain itu, alt text membantu mesin pencari memahami isi visual dan berperan penting dalam aksesibilitas.
- Caption gambar. Caption adalah teks deskriptif di bawah gambar yang dapat dilihat semua pengguna. Fungsinya memberi informasi tambahan yang mungkin tidak langsung terlihat, seperti waktu pengambilan gambar, lokasi, atau siapa yang ada di dalamnya.
- Deskripsi gambar. Deskripsi gambar sering disebut sebagai salah satu fitur tersembunyi yang jarang dimanfaatkan. Ketika deskripsi diisi, informasi tersebut tersimpan sebagai konten pada halaman attachment.
Ilustrasi gambar website dibuka di tablet dan ponsel
Foto oleh Alexander Pollinger di Pexels
3. Menyesuaikan ukuran dan format gambar
Dalam optimasi gambar untuk SEO, ukuran gambar, format file, dan tingkat kompresi sangat memengaruhi pengalaman pengguna. Ketiga faktor ini berdampak langsung pada kecepatan loading, kualitas visual, dan performa website secara keseluruhan.
Jika tidak dikelola dengan baik, halaman yang lambat berisiko ditinggalkan pengguna yang kemudian beralih ke situs lain. Berikut beberapa tips yang bisa Anda penuhi:
- Pilih gambar dengan resolusi yang tepat, tidak perlu terlalu tinggi sampai memperlambat waktu muat, dan tidak perlu terlalu rendah sampai detail gambar hilang.
- Memilih tipe file gambar yang tepat. Pemilihan format file yang sesuai membantu proses optimasi karena setiap format memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda. Format utama yang umum digunakan di media digital adalah JPEG atau JPG.
- Menentukan tingkat kompresi yang tepat. Jika format gambar sudah sesuai tetapi ukuran file masih terlalu besar, kompresi menjadi langkah berikutnya. Menentukan tingkat kompresi yang tepat sangat penting.
4. Mempertimbangkan lazy loading
Lazy loading adalah teknik di mana browser menunda pemuatan gambar hingga gambar tersebut benar-benar perlu ditampilkan di layar.
Artinya, gambar yang berada di bagian bawah halaman (below the fold) tidak akan dimuat sebelum pengguna menggulir ke bagian tersebut.
Pendekatan ini dapat meningkatkan kecepatan website secara signifikan, terutama pada halaman panjang yang memuat banyak gambar di bawah area tampilan awal.
Meski masih ada perdebatan mengenai dampak lazy loading terhadap SEO, Google melalui alat PageSpeed Insights justru merekomendasikan praktik ini.
5. Mengaktifkan browser caching
Browser caching memungkinkan file website, termasuk gambar, disimpan di browser pengunjung. Dengan begitu, file tersebut dapat dimuat lebih cepat saat pengguna kembali mengunjungi situs di kemudian hari.
Browser caching dapat diaktifkan melalui plugin seperti W3 Total Cache. Di dalam pengaturannya, Anda dapat menentukan durasi penyimpanan cache sesuai kebutuhan.
Penyesuaian durasi ini penting. Jika konten jarang diperbarui, periode cache yang lebih panjang, seperti satu tahun, masih masuk akal.
Ilustrasi optimasi gambar website
Foto oleh Le Buzz Studio di Unsplash
6. Jangan mengabaikan metadata gambar
Metadata adalah informasi tambahan yang tersimpan di dalam sebuah file, seperti waktu pembuatan atau terakhir kali diedit.
Pada gambar, metadata juga dapat mencakup thumbnail, informasi hak cipta, hingga profil warna. Informasi ini termasuk structured data karena berada dalam kolom data yang tetap di dalam file.
Dengan menambahkan structured data pada gambar, Anda membantu mesin pencari menampilkan visual tersebut sebagai rich results. Google Images, misalnya, mendukung structured data untuk gambar produk, video, dan resep.
7. Membuat image sitemap
Sitemap berfungsi memberi tahu mesin pencari tentang seluruh halaman yang ada di dalam website. Selain sitemap standar, image sitemap membantu mesin pencari menemukan dan mengindeks gambar secara lebih efektif.
Google mengizinkan image sitemap memuat URL dari domain lain, berbeda dengan sitemap biasa yang memiliki pembatasan lintas domain.
Hal ini memungkinkan penggunaan content delivery network (CDN) untuk menyimpan gambar, yang pada akhirnya dapat meningkatkan performa website.







