21 Januari 2022 3:28 pm

Jualan di Marketplace vs Website: Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing

Jualan di Marketplace vs Website: Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing
Marketplace vs website, mana lebih baik? Pertanyaan ini mungkin ada di benak Anda, khususnya jika ingin mulai mengembangkan bisnis ke dunia digital.
Saat ini hampir semua bisnis sudah menjangkau pasar digital. Ada yang sudah mulai dari bertahun-tahun lalu, ada pula yang mulai memasuki pasar digital karena desakan akibat pandemi.
Bisnis Anda mungkin salah satunya. Pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 lalu telah mengubah kebiasaan banyak orang dalam berbelanja. Sekarang hampir semua produk bisa dibeli secara online.
Oleh sebab itu, sebaiknya Anda segera mencoba memasuki pasar digital jika memang belum mencoba. Tidak perlu khawatir, biaya perkembangan digital relatif murah, caranya juga mudah.
Untuk memulai, paling tidak ada dua opsi yang bisa Anda pilih: Marketplace dan Website. Mana yang terbaik untuk Anda?

Definisi marketplace dan website


Gambar: Asper Brothers
Gambar: Asper Brothers

Marketplace dan website/webstore jadi dua opsi yang paling populer saat ini. Anda sendiri mungkin pernah mengalami belanja produk di salah satu platform atau keduanya.
Marketplace
Marketplace adalah website yang dikelola pihak ketiga, biasanya perusahaan besar. Artinya, Anda berposisi sebagai partner dengan website tersebut. Biasanya Anda perlu mendaftarkan diri sebagai seller dan memenuhi syarat-syarat yang ada. Setelahnya, Anda bisa mulai berjualan dengan membuat toko.
Dalam satu marketplace ada jutaan penjual. Jadi akan selalu ada persaingan antara penjual produk yang sama.
Beberapa contoh marketplace yang populer di Indonesia adalah Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, Lazada, dan semacamnya.
Website/webstore
Berbeda dengan marketplace, website/webstore adalah toko online milik Anda sendiri. Anda yang mengelolanya sendiri dan hanya menjual produk Anda.
Anda harus berinvestasi sedikit lebih besar dalam pembuatan website. Meski begitu, manfaat yang didapatkan jauh lebih besar karena mendukung bisnis Anda sepenuhnya. Buat website pertama Anda di Berdu (klik di sini).
Biasanya website dipilih oleh brand-brand kelas menengah ke atas. Selain unggul dalam penjualan produk sendiri, memiliki website juga sangat mendukung upaya branding perusahaan.
Beberapa contoh website brand top yang mungkin sering Anda jumpai adalah adidas Indonesia, Nike ID, Uniqlo Indonesia, IKEA, dan semacamnya.

Kelebihan dan kekurangan marketplace


Gambar: Unsplash
Gambar: Unsplash

Ketika diminta memilih platform penjualan online, hampir semua pebisnis baru memilih opsi marketplace. Langkah ini relatif lebih mudah untuk memulai, biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar.
Selain itu, saat ini sebagian besar customer sudah biasa mencari dan belanja produk di marketplace sebelum membuat pembelian. Kehadiran di marketplace penting, apa pun bisnis Anda.

Kelebihan berjualan di marketplace


1. Mudah memulai
Karena dikelola oleh pihak ketiga yang sudah berpengalaman, marketplace didesain untuk memenuhi kebutuhan para penjual. Ada beberapa fitur dan mekanisme yang sudah tersedia dan siap digunakan untuk melacak penjualan produk.
Mulai berjualan di marketplace juga sangat mudah, Anda hanya perlu menyiapkan foto produk, tidak perlu membeli domain, host, dan hal lain yang dibutuhkan untuk membuat website.
2. Customer sudah siap
Saat ini, jutaan orang menggunakan marketplace sehari-hari. Mereka mencari produk yang dibutuhkan dan memilih toko atau penjual yang paling tepercaya.
Artinya, ketika mulai berjualan di marketplace, Anda akan mendatangi jutaan calon customer. Ada peluang besar untuk mengembangkan bisnis Anda.
3. Traffic sudah tersedia
Marketplace harus dikelola dan dipelihara secara terus-menerus untuk mengikuti perkembangan teknologi dan tren. Jadi, sebagian besar marketplace didesain SEO-friendly untuk dapat menjangkau user yang menggunakan mesin pencari.
Nah Anda tidak perlu repot-repot mengeluarkan biaya atau tenaga untuk mengelola dan memelihara website tersebut, tinggal menggunakan dan memanfaatkannya.
Sebagai contoh, dalam enam bulan terakhir Shopee mencatatkan total visits sekitar 148 juta. Traffic ini sangat besar dan sangat menguntungkan bagi Anda.
4. Aplikasi mobile
Perlu Anda tahu, lebih dari 90% user melakukan akses online melalui HP, alias akses mobile. Oleh sebab itu, penting bagi pemilik bisnis untuk membuat website yang user-friendly, atau sekalian membuat aplikasi.
Nah dengan menggunakan marketplace Anda tidak perlu repot memikirkan itu. Setiap marketplace sudah didesain untuk memudahkan pengguna HP.
5. Opsi pembayaran lebih luas
Keuntungan marketplace berikutnya terletak pada opsi pembayaran. Umumnya pihak marketplace sudah menjalin kerjasama dengan bank, kartu kredit, digital money, dan semacamnya.
Opsi tersebut tentu memudahkan customer untuk melakukan pembelian. Hal ini dapat meningkatkan penjualan.

Kekurangan berjualan di marketplace


1. Ada potongan biaya
Pada dasarnya, menggunakan marketplace mirip dengan menyewa tempat untuk berjualan konvensional. Artinya, Anda harus membayar biaya administrasi.
Setiap marketplace menerapkan biaya berbeda-beda, umumnya mulai dari 1% hingga 2%.
2. Persaingan lebih ketat
Ada banyak toko yang menjual produk serupa di marketplace. Anda mungkin beruntung jika jadi yang pertama. Jika tidak, Anda harus bersaing ketat dengan ratusan ribu penjual produk sejenis.
3. Sulit melakukan branding
Biasanya pembeli tidak terlalu memedulikan nama toko atau semacamnya. Mereka hanya mencari harga paling murah. Jadi, Anda akan kesulitan melakukan branding perusahaan Anda jika hanya menggunakan marketplace.
4. Ada penalti atau banned
Marketplace memiliki aturan-aturan yang harus dipenuhi oleh seller dan buyer. Katakanlah Anda membuat kesalahan stok padahal user sudah melakukan pembelian, akan ada denda jika Anda membatalkan penjualan atau jika tidak mengirim produk.
Jika kesalahan itu terus-menerus Anda lakukan, kemungkinan besar Anda akan dijatuhi beberapa kelas hukuman sampai hukuman banned atau larangan berjualan.
5. Potongan harga tidak sehat
Jika Anda menjual produk umum, bukan produk khusus, Anda akan menghadapi persaingan harga yang sangat ketat. Sebagai contoh, untuk produk "phone holder mobil" persaingan harga begitu ketat hingga ratusan rupiah. Persaingan tidak sehat semacam ini justru bisa jadi masalah, Anda berisiko rugi.
6. Customer tidak loyal
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, di marketplace ada ratusan ribu penjual yang menjual produk yang sama. Karena branding lemah, sulit mempertahankan customer untuk terus belanja produk tersebut di tempat Anda, terlebih jika sudah kalah bersaing soal harga
7. Produk tidak bisa iklan di medsos
Jika Anda hanya menggunakan marketplace, kekurangan berikutnya terkait dengan iklan atau fitur di media sosial. Sebagai contoh, produk tidak akan bisa diiklankan di FB Ads, padahal iklan di Facebook sudah terbukti sangat efektif. Anda juga tidak bisa menggunakan FB Shops atau IG Shops karena tidak memiliki website.
8. Tidak bisa customize tampilan
Marketplace selalu seragam, tidak ada perbedaan tampilan antara satu toko dengan toko lainnya. Artinya, Anda tidak bisa membuat brand lebih stand out dari pesaing. Sangat sulit melakukan branding di marketplace, ini membatasi perkembangan bisnis dan menyulitkan strategi marketing Anda.
9. Bergantung pada marketplace
Kekurangan berikutnya terkait dengan posisi sebagai partner. Dalam kerjasama dengan marketplace, Anda berposisi sebagai pihak yang bergantung pada pihak lain. Jadi, ada risiko sewaktu-waktu akun Anda akan diblokir jika melakukan kesalahan. Anda tidak akan bisa berjualan, justru akan kehilangan semua data penting.

Kelebihan dan kekurangan website


Gambar: Pexels
Gambar: Pexels

Marketplace memang menarik, tapi memiliki website sendiri sangatlah penting. Anda perlu membuat website jika ingin meningkatkan penjualan produk dan melakukan branding.
Website adalah toko online yang sepenuhnya dimiliki oleh penjual. Artinya, Anda bisa terhubung langsung dengan customer tanpa perantara pihak ketiga.


Kelebihan berjualan di website

1. User interface
Kelebihan utama membuat website sendiri adalah Anda bisa menentukan desain dan interface yang paling sesuai dengan produk dan brand Anda. Dengan ini, Anda bisa sekaligus melakukan branding untuk memperkuat brand awareness.
2. Membangun customer base
Sebagian besar pembeli website adalah pembeli loyal. Jika mereka sudah mengenal brand Anda, kemungkinan besar mereka akan melakukan pembelian ulang. Nah dengan memiliki website sendiri Anda bisa menjaga customer Anda dengan promosi, email marketing, dan jalur lainnya.
3. Tidak ada potongan biaya
Karena mengelola dan memelihara website sendiri, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk administrasi. Tidak ada pihak ketiga, jadi Anda tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra.
4. Ketersediaan produk
Mengelola website sendiri berarti bisa menyesuaikan produk-produk yang dijual plus kuantitasnya. Anda mungkin lupa mengupdate jumlah produk di marketplace, tapi hal ini jarang terjadi jika memiliki website sendiri.
5. Fleksibilitas
Dengan memiliki website sendiri, Anda bisa memberikan diskon dan promosi sebebas-bebasnya, kapan pun Anda mau. Tentu Anda tahu bahwa diskon dan promosi adalah senjata ampuh untuk mendapatkan customer baru.
6. Berjualan di media sosial
Keuntungan terbesar website atau webstore berikutnya adalah kebebasan untuk berjualan di media sosial. Anda bisa menghubungkan website dengan FB Shops atau IG Shops. Fitur shops tersebut memang wajib menggunakan website, tidak bisa dengan marketplace saja.
7. Bebas memproses order
Website Anda adalah milik Anda, aturan Anda sendiri. Artinya, tidak ada denda atau penalti jika menolak pembelian. Ada beberapa alasan membatalkan pembelian, misalnya karena selisih stok atau kesalahan lainnya.

Kekurangan berjualan di website


1. Investasi jangka panjang
Membuat website atau webstore adalah investasi jangka panjang. Biaya pembuatan awal mungkin murah, tapi setelahnya Anda harus menyiapkan biaya pengelolaan dan pemeliharaan.
2. Mulai dari nol
Memiliki website sendiri tentu menguntungkan. Namun, Anda harus memulai segalanya dari nol. Perlu ada strategi untuk mendulang traffic dan
meningkatkan penjualan.
3. Butuh waktu
Jika Anda menjual produk yang umum di pasaran, artinya bakal butuh waktu agar website Anda lebih dikenal oleh customer. Perlu strategi marketing supaya website Anda berada di top of mind pembeli.
4. Keamanan website
Ada banyak tantangan dalam mengelola website sendiri, salah satunya adalah menjaga keamanan website tersebut. Oleh sebab itu, Anda perlu menjalin kerjasama dengan pihak tepercaya. Berdu dapat membantu Anda mencegah terjadinya masalah ini.
5. Persaingan sesama website
Persaingan mungkin tidak seketat marketplace, tapi bukan berarti hilang sepenuhnya. Masih ada persaingan antar sesama website yang menjual produk yang sama

Kombinasi marketplace dan website


Gambar: Pexels
Gambar: Pexels

Nah jika mengamati penjelasan di atas, terlihat bahwa strategi terbaik adalah mengombinasikan website dengan marketplace. Keduanya bisa saling melengkapi dan justru memaksimalkan perkembangan bisnis Anda.
Memilih marketplace saja berarti mengurangi potensi untuk mengembangkan brand dengan website sendiri. Sebaliknya, memilih menggunakan website saja berarti melewatkan kesempatan besar untuk mendulang customer sebanyak mungkin.
Solusi terbaik adalah dengan menyatukan keduanya, membuat kombinasi yang memudahkan customer. Anda bisa membuat website, lalu mencantumkan link ke marketplace Anda. Integrasi ini juga sangat penting dilakukan di media sosial.
Jadi, Anda bisa memanfaatkan segala keuntungan marketplace sekaligus mengembangkan brand dengan website sendiri. Oleh sebab itu, yuk segera buat website Anda!

Ayo buat Website kamu sekarang!