30 Mei 2022 5:36 pm

Apa Itu Target Market? Yuk Simak dan Tentukan Target Anda

Apa Itu Target Market? Yuk Simak dan Tentukan Target Anda
Menentukan target market adalah salah satu langkah awal yang sangat penting dalam membangun bisnis. Tanpa sasaran target market yang jelas, setiap strategi Anda kemungkinan akan gagal.
Bahkan, menentukan target market bisa jadi landasan penting dalam menciptakan produk Anda. Dengan target market yang jelas, Anda bisa menentukan warna brand bisnis Anda agar sesuai dengan sasaran Anda.
Jika sudah memiliki target market yang jelas, Anda bisa mengembangkan strategi yang sesuai. Coba mulai dengan membuat website yang merepresentasikan brand Anda, gunakan visual dan bahasa yang sesuai dengan target Anda.
Berdu bisa membantu Anda membuat website yang ideal dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Tak perlu khawatir, website Berdu dirancang agar mudah dioperasikan oleh orang awam. Klik di sini untuk mulai membuat website Anda.
Pastikan website Anda sesuai dengan niche target market yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Setelahnya, Anda juga bisa menentukan branding, pesan, dan iklan yang sesuai dengan target market atau target pasar Anda.
Nah, bagaimana cara menentukan target market atau target pasar yang tepat? Yuk simak selengkapnya di bawah ini!

Apa itu target market?


Gambar: Unsplash
Gambar: Unsplash

Pada dasarnya, target market adalah konsumen utama produk atau jasa Anda. Dengan mengenali target, Anda bisa merancang strategi marketing dan branding yang sesuai dan tepat sasaran.
Menentukan target market pada dasarnya sedikit fleksibel. Anda bisa memilih kelompok yang luas, seperti pria usia 30 tahun ke atas. Bisa juga menentukan target yang spesifik, seperti wanita yang baru lulus kuliah dan baru mulai bekerja.
Secara umum, ada tiga aspek penting dalam menentukan target pasar, di antaranya:

  • Demografi: Usia, jenis kelamin, pendidikan, status
  • Geografis: Lokasi bidikan Anda
  • Ciri-ciri kepribadian (personality traits): Yang disuka/tidak disukai, gaya hidup, dan semacamnya

Untuk menentukan target pasar, Anda perlu menganalisis data tentang niche produk atau bisnis Anda, analisis pelanggan, dan analisis kompetitor.

Cara menentukan target market


Mau tak mau, Anda perlu melakukan riset terlebih dahulu untuk menentukan target market yang sesuai dengan produk atau jasa yang Anda sediakan. Berikut beberapa poin penting dalam upaya menentukan target pasar:

1. Kumpulkan data konsumen


Gambar: Unsplash
Gambar: Unsplash

Langkah pertama dalam menentukan target market Anda adalah dengan mempelajari konsumen lebih mendalam. Anda. Bahkan jika Anda baru memulai bisnis dan masih belum punya konsumen, Anda harus mulai dengan menciptakan gambaran konsumen ideal di benak anda.
Coba mulai dengan mengumpulkan informasi mengenai konsumen Anda yang sekarang dan yang terdahulu. Lakukan analisis untuk menemukan karakter yang sama dari kelompok-kelompok konsumen tersebut.
Nah, data tersebut akan membantu Anda memasarkan produk ke kelompok dengan minat yang sama. Jika Anda masih di tahap awal, Anda bisa mulai dengan menganalisis market kompetitor Anda.
Untungnya, kini ada beberapa tools yang bisa Anda gunakan untuk membantu Anda melakukan analisis. Tentu Anda juga bisa melakukan analisis mandiri. Berikut beberapa data yang perlu Anda pertimbangkan:
  • Usia. Tentukan apakah konsumen Anda memiliki kelompok usia yang sama atau berasal dari generasi yang sama.
  • Lokasi. Cari tahu tempat tinggal atau posisi konsumen yang Anda bidik.
  • Spending power. Pertimbangkan faktor sosial-ekonomi yang mungkin memengaruhi keputusan pembelian.
  • Hobi dan karier. Apa yang disukai konsumen Anda? Apa profesi mereka?
  • Stage of life. Apa peran konsumen Anda? Seorang pelajar, mahasiswa, atau mungkin pekerja?

Pastikan Anda mengumpulkan informasi di atas secara berurutan, jadi Anda lebih mudah mengatur informasi dan mudah membaca pola yang muncul.

2. Kenali keunggulan produk Anda (product benefits)


Berikutnya, Anda perlu memahami motivasi konsumen di balik pembelian produk atau jasa Anda. Biasanya hal ini dikenal dengan alasan pembelian.
Anda bisa mencari informasi ini dengan menjalin komunikasi langsung dengan konsumen, tanyakan testimoni mereka mengenai produk atau jasa Anda. Jika mau, Anda juga bisa melakukan wawancara mendalam.
Anda juga perlu memahami keunggulan produk/jasa Anda, bukan hanya fitur yang ditawarkan. Keunggulan produk Anda harus terus-menerus ditegaskan kepada konsumen.
Intinya, pikirkan bagaimana produk Anda bisa membuat hidup konsumen jadi lebih mudah atau jadi lebih baik. Anda juga harus memastikan bahwa produk tersebut memenuhi kebutuhan target market yang spesifik.

3. Analisis kompetitor


Gambar: Unsplash
Gambar: Unsplash

Tidak ada salahnya belajar dari rival. Bagaimanapun, Anda bisa belajar banyak dari kompetitor yang sudah terlebih dahulu bergerak dalam bisnis yang sama.
Memang Anda tidak bisa melakukan analisis internal. Jadi, coba lakukan analisis SWOT yang bisa mengetahui keunggulan dan kelemahan suatu bisnis secara umum.
Anda bisa mulai dengan terjun ke dalam website dan media sosial kompetitor Anda. Coba kira-kira target market yang dibidik berdasarkan konten website dan media sosial kompetitor tersebut.
Anda juga bisa mengenali brand mereka melalui bahasa dan tone yang digunakan. Selanjutnya, tentu Anda bisa meniru dengan melakukan modifikasi.

4. Tentukan segmentasi audiens


Di poin ini, Anda sudah mendapatkan informasi dasar mengenai karakteristik dan ketertarikan audiens Anda. Perlu diketahui, target audiens dan target market adalah dua hal yang berbeda.
Audiens adalah mereka yang mengonsumsi iklan atau promosi Anda. Nah di antara luasnya audiens, mungkin ada target market yang sudah Anda bidik.
Jika Anda baru mulai, informasi dasar mengenai karakteristik dan ketertarikan audiens juga bisa menjadi titik awal Anda menentukan jenis konsumen yang disasar bisnis Anda.
Coba pilah-pilah dan bagi konsumen Anda ke dalam beberapa kategori, yaitu berdasarkan geografi, demografi, dan psikografi.

5. Tuliskan informasi target market


Gambar: Unsplash
Gambar: Unsplash

Untuk membantu proses berpikir dan memastikan bahwa Anda tidak lupa, pencatatan adalah tahap yang sangat penting. Coba tuliskan dalam satu kalimat pernyataan target market Anda, fokus kepada karakteristik yang paling penting.
Paling tidak, ada tiga informasi penting yang perlu Anda rangkum, yaitu: Informasi demografis seperti gender dan usia, lokasi geografis, dan kunci ketertarikan target market Anda.
Tak perlu memusingkan kalimat yang Anda pilih, berikut contoh penjelasan target market dalam satu kalimat:
"Target market kami adalah seorang pria usia 30-an sampai 40-an yang tinggal di Jakarta dan mengenal perkembangan fashion Eropa."
Kalimat itu bisa membantu Anda menjaga konsistensi dalam setiap strategi dan upaya marketing yang Anda lakukan.

6. Poles riset Anda


Anda mungkin sudah menempuh lima tahap di atas dan masih bingung menentukan target market atau masih salah memilih target market yang tepat. Tak perlu khawatir, kesalahan itu masih terbilang wajar.
Pasalnya, tidak ada istilah target market sempurna setelah percobaan pertama. Bahkan, setelah Anda menentukan target yang tepat, Anda masih perlu terus menguji dan melakukan eksperimen.
Uji dan eksperimen tersebut perlu dilakukan terus-menerus agar Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan tepat mengenai pelanggan atau konsumen Anda. Terlebih, saat ini perkembangan zaman begitu cepat, Anda juga harus terus mengikutinya.
Nah itu dia penjelasan lengkap mengenai definisi target market dan cara menentukannya sesuai dengan produk atau jasa Anda. Mudah, bukan? Semoga membantu ya!
Ayo buat Website kamu sekarang!