21 Agustus 2026 4:56 pm

Apa Itu E-E-A-T Google? Ini 5 Cara Membuat Konten Lebih Dipercaya

Apa Itu E-E-A-T Google? Ini 5 Cara Membuat Konten Lebih Dipercaya
Selama ini Anda mungkin menganggap konten hanya bersaing untuk mendapatkan peringkat di hasil pencarian Google. Pandangan tersebut perlu diperluas, sekarang konten juga harus bersaing untuk mendapatkan visibilitas di AI Overviews serta mesin pencari dan chatbot berbasis AI seperti ChatGPT dan Perplexity.
Di sisi lain, semakin banyak orang menggunakan artificial intelligence (AI) untuk membuat konten dalam jumlah besar. Kondisi ini membuat konten yang kredibel dan dapat dipercaya menjadi semakin penting agar mampu menonjol di tengah persaingan.
E-E-A-T merupakan singkatan dari Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness. Framework dari Google ini dapat membantu memahami kualitas yang perlu dimiliki sebuah konten agar lebih kredibel.
Meski E-E-A-T bukan faktor ranking secara langsung, konsep ini memberikan gambaran mengenai kualitas yang dirancang untuk dihargai oleh sistem ranking Google.
Dengan memahami prinsip tersebut, pemilik website dapat membuat konten yang lebih berkualitas dan dipercaya, baik oleh pembaca maupun mesin pencari.

Apa Itu E-E-A-T?


Ilustrasi pengguna Google
Foto oleh cottonbro studio di Pexels
Ilustrasi pengguna Google Foto oleh cottonbro studio di Pexels

Seperti yang disinggung di atas, E-E-A-T merupakan singkatan dari Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness. Pada awalnya, konsep ini hanya memiliki satu huruf E yang merujuk pada Expertise. Namun, pada 2022, Google menambahkan E kedua yang berarti Experience.
Secara sederhana, E-E-A-T menjadi framework untuk menilai kualitas dan kredibilitas sebuah konten. Ada empat aspek utama yang menjadi perhatian:
  • Experience - Apakah pembuat konten memiliki pengalaman langsung dengan topik yang dibahas?
  • Expertise - Apakah pembuat konten memiliki pengetahuan atau keterampilan yang memadai untuk membahas topik tersebut?
  • Authoritativeness - Apakah pembuat konten atau website tersebut dikenal sebagai sumber yang kredibel?
  • Trustworthiness - Apakah pengguna dapat mengandalkan konten dan website yang menyediakannya?

E-E-A-T memang sering dikaitkan dengan search engine optimization (SEO). Namun, tujuan utamanya adalah membantu Google mengenali konten yang benar-benar bermanfaat, dapat diandalkan, dan layak ditampilkan dalam hasil pencarian.
Dengan demikian, E-E-A-T bukan sekadar tentang bagaimana membuat konten lebih mudah ditemukan di Google. Konsep ini juga berkaitan dengan sejauh mana sebuah konten dapat memberikan informasi yang berkualitas dan membangun kepercayaan pengguna.

Bagaimana Cara Google Menilai Kualitas E-E-A-T?


Ilustrasi pengguna Google mobile
Foto oleh Sanket Mishra di Pexels
Ilustrasi pengguna Google mobile Foto oleh Sanket Mishra di Pexels

Anggapan bahwa E-E-A-T merupakan faktor ranking langsung di Google masih cukup umum. Padahal, anggapan tersebut keliru.
E-E-A-T bukan sesuatu yang dapat dioptimalkan untuk mendapatkan skor atau peringkat tertentu secara langsung. Sebaliknya, konsep ini digunakan dalam Search Quality Rater Guidelines milik Google untuk membantu menilai apakah sistem ranking Google mampu menampilkan konten yang bermanfaat dan dapat dipercaya.
Dalam proses tersebut, Search Quality Raters memberikan penilaian Page Quality (PQ) kepada sebuah halaman. Penilaian ini didasarkan pada seberapa baik halaman tersebut memenuhi tujuannya serta sejauh mana halaman menunjukkan sinyal E-E-A-T yang kuat.
Google membagi kualitas halaman ke dalam lima tingkatan:
  • Lowest - Halaman yang berbahaya, menyesatkan, berisi spam, atau tidak dapat dipercaya.
  • Low - Halaman yang tidak memiliki kualitas, keahlian, atau kredibilitas yang memadai.
  • Medium - Halaman yang mampu memenuhi tujuannya, tetapi tidak menunjukkan kualitas atau tingkat kepercayaan yang terlalu kuat.
  • High - Halaman yang menyajikan konten bernilai dan orisinal, serta didukung sinyal E-E-A-T yang kuat.
  • Highest - Halaman luar biasa yang menunjukkan upaya, orisinalitas, keahlian, dan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi.

Saat memberikan penilaian Page Quality, Search Quality Raters mempertimbangkan beberapa aspek utama.
Kualitas main content menjadi salah satu pertimbangan penting. Penilai akan melihat apakah konten akurat, orisinal, bermanfaat, serta dibuat dengan tingkat pengalaman dan keahlian yang sesuai dengan topik.
Google juga mempertimbangkan informasi mengenai website dan pembuat konten. Hal ini mencakup kejelasan mengenai siapa yang membuat konten serta apakah website memberikan informasi yang transparan tentang organisasi atau penulis di baliknya.
Aspek berikutnya adalah reputasi website dan pembuat konten. Penilai melihat bukti di luar website itu sendiri yang menunjukkan apakah pembuat konten atau organisasi tersebut diakui sebagai sumber yang kredibel dan memiliki otoritas.

Memahami E-E-A-T: Bagaimana Cara Menerapkannya dalam Konten Anda?


Ilustrasi hasil pencarian Google
Foto oleh cottonbro studio di Pexels
Ilustrasi hasil pencarian Google Foto oleh cottonbro studio di Pexels

Setelah memahami cara Google mengevaluasi E-E-A-T, langkah berikutnya adalah melihat lebih dekat setiap pilarnya.

Masing-masing memiliki peran berbeda dalam menunjukkan bahwa sebuah konten dibuat berdasarkan pengalaman, pengetahuan, kredibilitas, dan sumber yang dapat dipercaya.

E - Experience


Experience mengacu pada pengetahuan dan pemahaman langsung yang dimiliki pembuat konten. Untuk memenuhi aspek ini, konten perlu menunjukkan bahwa pembuatnya benar-benar memiliki pengalaman di dunia nyata terkait topik yang dibahas.
Google menyebut konten yang didasarkan pada pengalaman, pengamatan, opini, riset, dan data unik sebagai "non-commodity content". Jenis konten seperti ini juga semakin penting ketika Anda ingin konten muncul dalam pengalaman pencarian berbasis AI.
Dalam panduannya tentang optimasi website untuk fitur generative AI di Google Search, Google mendorong pembuatan non-commodity content yang bermanfaat, dapat diandalkan, dan mengutamakan kebutuhan pengguna.
Cara menunjukkan Experience dalam konten
Ada banyak cara untuk menunjukkan pengalaman langsung dalam sebuah konten. Beberapa di antaranya:
  • Membagikan cerita berdasarkan pengalaman nyata.
  • Menerbitkan studi kasus yang dikerjakan secara langsung.
  • Membagikan hasil riset dan data yang dikumpulkan sendiri.
  • Mendokumentasikan pengujian produk, eksperimen, atau perbandingan.
  • Menyertakan foto, video, atau screenshot yang dibuat sendiri.
  • Membagikan insight dan opini unik yang didasarkan pada pengalaman di dunia nyata.

E - Expertise


Expertise berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan kualifikasi yang dimiliki pembuat konten dalam topik tertentu.
Jika Experience menekankan keterlibatan langsung, Expertise lebih berfokus pada seberapa dalam pemahaman seseorang terhadap suatu bidang. Misalnya, ketika mencari solusi untuk kebocoran pipa, orang cenderung lebih mempercayai informasi dari seorang tukang ledeng.
Expertise menjadi semakin penting untuk topik yang memiliki dampak besar terhadap kehidupan seseorang. Topik semacam ini dikenal sebagai Your Money or Your Life (YMYL).
Misalnya, ketika seseorang mencari informasi tentang pengelolaan keuangan, penanganan kondisi kesehatan, atau pembelian rumah pertama, informasi tersebut sebaiknya berasal dari sumber yang memiliki kualifikasi dan pengetahuan yang relevan.
Cara menunjukkan Expertise dalam konten
Menunjukkan Expertise tidak selalu berarti pembuat konten harus memiliki kualifikasi formal. Di banyak bidang, keahlian dapat terbentuk melalui praktik selama bertahun-tahun, proses belajar yang berkelanjutan, serta rekam jejak hasil yang terbukti.
Beberapa cara untuk menunjukkan Expertise antara lain:
  • Membuat konten mendalam yang didukung riset.
  • Menggunakan sumber kredibel dan bukti pendukung.
  • Menyertakan komentar atau wawancara dengan pakar.
  • Menampilkan kualifikasi, sertifikasi, atau pengalaman industri yang relevan.
  • Meninjau dan memperbarui konten secara berkala agar tetap sesuai dengan perkembangan terbaru.

Tangkapan layar halaman pertama hasil pencarian Google
Tangkapan layar halaman pertama hasil pencarian Google

A - Authoritativeness


Authoritativeness berkaitan dengan reputasi. Jika Expertise ditunjukkan melalui kualitas dan kedalaman konten, Authoritativeness lebih menekankan pada pengakuan dari pihak lain terhadap kredibilitas Anda sebagai sumber informasi.
Seseorang mungkin memiliki pengetahuan yang luas tentang suatu bidang. Namun, otoritas terbentuk ketika orang lain juga mengakui pengetahuan tersebut. Karya yang dikutip, dibagikan, dijadikan referensi, atau dimuat oleh individu dan organisasi bereputasi dapat memperkuat sinyal otoritas.
Google juga mempertimbangkan otoritas website atau domain serta brand. Misalnya, website resmi pemerintah umumnya dianggap sebagai sumber yang berwenang untuk informasi mengenai layanan dan kebijakan publik. Sementara itu, universitas memiliki otoritas yang kuat dalam konteks riset akademis.
Cara menunjukkan Authoritativeness dalam konten
Authoritativeness terbentuk secara bertahap melalui reputasi yang dibangun, baik untuk pembuat konten maupun website. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
  • Menerbitkan riset orisinal dan insight industri.
  • Mendapatkan backlink berkualitas dari website bereputasi.
  • Menulis guest article untuk publikasi yang dikenal.
  • Menjadi pembicara dalam konferensi, webinar, atau acara industri.
  • Tampil dalam podcast atau panel yang menghadirkan pakar.
  • Membangun personal brand atau brand perusahaan secara konsisten.
  • Mendapatkan liputan media, penghargaan, dan pengakuan dari industri.

T - Trustworthiness


Trustworthiness merupakan fondasi utama dalam E-E-A-T. Dalam Search Quality Rater Guidelines, Google menempatkan trust sebagai aspek terpenting dalam keluarga E-E-A-T. Alasannya, halaman yang tidak dapat dipercaya akan memiliki E-E-A-T yang rendah, terlepas dari seberapa berpengalaman, ahli, atau berotoritas pembuatnya.
Dengan kata lain, Experience, Expertise, dan Authoritativeness hanya memiliki nilai jika pengguna dapat mempercayai informasi yang disampaikan sekaligus website yang menyediakannya.
Kepercayaan dibangun melalui berbagai indikator yang menunjukkan bahwa website, brand, dan pembuat konten bersikap transparan, dapat diandalkan, serta mengutamakan kepentingan pengguna.
Kepercayaan juga perlu tercermin dari website itu sendiri. Misalnya, website harus aman ketika digunakan untuk berbelanja dan memiliki informasi yang jelas mengenai privasi data. Kebijakan privasi dan cookie yang transparan menjadi salah satu contoh penerapannya.
Cara menunjukkan Trustworthiness dalam konten
Kepercayaan pengguna dan mesin pencari dapat dibangun melalui beberapa langkah berikut:
  • Menggunakan enkripsi HTTPS dan memastikan sertifikat SSL tetap valid.
  • Menyediakan informasi kontak yang jelas, halaman About yang selalu diperbarui, serta informasi bisnis yang transparan.
  • Meninjau dan memperbarui konten lama secara berkala.
  • Menerbitkan konten yang akurat dan diteliti dengan baik, serta didukung sumber dan sitasi yang kredibel.
  • Menampilkan ulasan pelanggan yang autentik dan seimbang.
  • Mencantumkan identitas penulis beserta kredensial yang relevan.
  • Mematuhi aturan privasi dan menyediakan pilihan cookie consent yang jelas, terutama untuk website yang menargetkan pengguna di Uni Eropa dan Inggris.
  • Menjelaskan harga, kebijakan, dan terms of service secara transparan.
  • Menghindari klaim yang menyesatkan, clickbait, atau desain website yang bersifat manipulatif.

Bagaimana Cara Mengembangkan E-E-A-T?


Ilustrasi konten website dan blog
Foto oleh Monoar Rahman di Pexels
Ilustrasi konten website dan blog Foto oleh Monoar Rahman di Pexels

Tidak ada jalan pintas untuk meningkatkan E-E-A-T. Prosesnya membutuhkan waktu melalui konsistensi dalam membuat konten bernilai, menunjukkan keahlian, mendapatkan pengakuan di industri, serta membangun kepercayaan dengan audiens.

Berikut beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan untuk memperkuat E-E-A-T:
  • Buat konten orisinal yang unik berbasis pengalaman, insight, riset, atau data internal agar tidak mudah ditiru AI atau kompetitor.
  • Perbarui konten secara berkala melalui content audit, perbaiki data lama, dan optimalkan halaman yang sudah punya traffic atau backlink.
  • Tunjukkan keahlian penulis dengan bio, kredensial, profil profesional, serta kolaborasi dengan pakar yang relevan.
  • Bangun reputasi di luar website melalui guest post, podcast, riset, backlink berkualitas, dan kehadiran di komunitas industri.
  • Tingkatkan trust dengan transparansi website (HTTPS, kontak jelas, kebijakan), serta aktif memantau dan merespons ulasan atau mention brand.
Ayo buat Website kamu sekarang!

Ingin mencari pengetahuan lain?

Ketik judul blog yang ingin kamu cari