15 Mei 2026 1:31 pm

7 Skill Digital Marketing yang Paling Dicari Perusahaan di Era AI

7 Skill Digital Marketing yang Paling Dicari Perusahaan di Era AI
Digital marketing kini tidak lagi sekadar kumpulan channel promosi. Perannya telah berkembang menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan bisnis modern.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, biaya akuisisi pelanggan yang terus meningkat, serta aturan privasi data yang makin kompleks, tugas digital marketer juga ikut berubah. Jika dulu fokus pekerjaan lebih banyak berkutat pada pengelolaan campaign atau unggahan media sosial, kini tanggung jawab mereka jauh lebih luas.
Digital marketer modern berada di persimpangan antara data, teknologi, dan strategi bisnis. Mereka tidak hanya dituntut menghasilkan traffic atau engagement, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan perusahaan, mulai dari peningkatan pendapatan hingga menjaga nilai pelanggan dalam jangka panjang atau lifetime value.
Perubahan ini membuat profesi digital marketer membutuhkan kombinasi kemampuan teknis dan strategis. Kebutuhan tersebut semakin terasa sejak penggunaan artificial intelligence (AI) berkembang pesat di dunia bisnis.
Karena itu, memahami tugas digital marketer dan skill yang dibutuhkan menjadi langkah penting bagi siapa saja yang ingin membangun karier di industri digital marketing ini.

Apa Itu Digital Marketer?


Ilustrasi pekerjaan digital marketer. 
Foto oleh Mikael Blomkvist di Pexels
Ilustrasi pekerjaan digital marketer. Foto oleh Mikael Blomkvist di Pexels

Digital marketer adalah profesional yang bertanggung jawab memanfaatkan berbagai channel digital untuk membangun brand awareness, menjalin hubungan dengan pelanggan, sekaligus mendorong penjualan.
Dalam praktiknya, mereka bekerja melalui banyak platform digital seperti:
  • Website.
  • Media sosial dan aplikasi seperti Facebook, YouTube, X, dan Instagram.
  • Mesin pencari seperti Google.
  • Email marketing.
  • Video marketing.
  • Search Engine Optimization (SEO).
  • Paid advertising seperti Pay-Per-Click (PPC) dan Cost-Per-Click (CPC).
  • Content marketing.
  • Influencer dan creator marketing.

Meski begitu, pekerjaan digital marketer modern tidak berhenti pada aktivitas promosi semata. Mereka juga harus mampu melihat peluang pertumbuhan, menyusun strategi untuk menangkap permintaan pasar, dan memanfaatkan data untuk meningkatkan performa campaign.
Artinya, digital marketer perlu menyeimbangkan strategi jangka pendek dan jangka panjang. Paid media dapat membantu menghasilkan hasil cepat, tetapi strategi seperti SEO, content marketing, dan brand building tetap penting untuk membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Selain itu, digital marketer juga harus terbiasa bekerja dalam ekosistem digital yang saling terhubung. Mereka berhadapan dengan platform media, customer relationship management (CRM), analytics tools, hingga marketing automation.
Tujuannya adalah menyatukan seluruh elemen tersebut ke dalam strategi pemasaran yang efektif agar bisnis mampu menarik pelanggan, mengubah mereka menjadi konsumen, dan mempertahankan loyalitas mereka. Berikut tujuh skill digital marketer yang umum dicari.

1. Artificial Intelligence (AI)


Penggunaan artificial intelligence (AI) dalam dunia bisnis berkembang sangat cepat. Karena itu, kemampuan memahami dan memanfaatkan AI kini menjadi salah satu skill paling penting bagi digital marketer.
AI menawarkan banyak manfaat dalam aktivitas pemasaran digital. Teknologi ini dapat membantu mengerjakan tugas-tugas repetitif, meningkatkan otomatisasi, mempercepat proses kerja, hingga mendukung personalisasi konten dan campaign.
Meski begitu, penggunaan AI juga memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait keamanan data dan etika penggunaan teknologi. Karena itu, digital marketer perlu memahami dasar teknologi AI dan mencoba berbagai tools yang tersedia untuk melihat bagaimana sistem tersebut bekerja dalam praktik.
Meski begitu, bukan berarti seseorang harus menguasai semua platform AI atau memiliki kemampuan teknis mendalam. Yang lebih penting adalah memahami platform AI yang paling umum digunakan, seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini.

2. Video Marketing


Menarik perhatian audiens di internet kini semakin sulit. Itulah sebabnya video menjadi salah satu format pemasaran paling efektif saat ini.
Banyak bisnis menggunakan video sebagai bagian utama strategi marketing mereka karena format ini dianggap lebih cepat menarik perhatian dan lebih mudah dikonsumsi audiens.
Popularitas platform berbasis video juga terus meningkat. Bahkan, banyak platform kini digunakan layaknya mesin pencari. YouTube menjadi tempat utama bagi banyak orang untuk mencari informasi dan konten edukatif. Sementara itu, TikTok semakin populer di kalangan generasi muda karena mampu menyajikan informasi secara cepat dan praktis.
Google Search juga semakin memberi ruang besar untuk konten video. Video kini dapat muncul di halaman utama pencarian, tab video, hingga fitur Discover. Hal ini membuat peluang visibilitas brand menjadi semakin besar.
Karena itu, digital marketer perlu memahami dasar-dasar video marketing. Beberapa kemampuan penting di bidang ini antara lain menulis video script, menggunakan tools seperti Canva untuk membuat short-form video, serta memahami jenis video yang memiliki performa tinggi seperti product demo atau video explainer.
Ilustrasi data digital marketing
Foto Oleh Fauxels di Pexels
Ilustrasi data digital marketing Foto Oleh Fauxels di Pexels

3. Search Engine Optimization (SEO)


Pencarian online masih menjadi salah satu sumber traffic terbesar bagi website maupun landing page. Karena itu, pemahaman tentang Search Engine Optimization (SEO) menjadi skill penting bagi digital marketer.
SEO tidak selalu berkaitan dengan aspek teknis backend yang rumit. Yang paling penting adalah memahami bagaimana mesin pencari bekerja dan bagaimana strategi optimasi dapat membantu konten muncul di hasil pencarian.
Pemahaman ini mencakup kemampuan menemukan keyword yang relevan, memahami pentingnya internal linking dan external linking, serta mengoptimalkan konten maupun gambar.
Internal linking membantu menghubungkan halaman-halaman dalam satu website agar pengguna lebih mudah menjelajah konten. Sementara external linking membantu membangun otoritas website di mata mesin pencari.
Seiring berkembangnya teknologi AI dalam pencarian digital, kemampuan mengoptimalkan konten untuk AI search dan discovery juga mulai menjadi skill yang semakin dibutuhkan.

4. Content Marketing


Perkembangan AI membuat proses riset, brainstorming, hingga pembuatan konten menjadi jauh lebih cepat. Kini banyak digital marketer menggunakan tools AI untuk membantu copywriting dan ideasi konten.
Meski begitu, konten yang dihasilkan AI tetap perlu ditinjau ulang, diedit, dan dicek kembali sebelum dipublikasikan. Sentuhan manusia tetap penting untuk memastikan konten terasa relevan, natural, dan sesuai dengan kebutuhan audiens.
Dalam praktiknya, digital marketer perlu memahami berbagai aspek content marketing. Mulai dari cara membuat konten, memahami mengapa sebuah konten efektif, hingga mengetahui bagaimana memanfaatkan konten di berbagai platform dan target audiens yang berbeda.
Setiap bisnis memiliki tujuan yang berbeda, sehingga strategi kontennya juga harus disesuaikan. Sebagai contoh, jika sebuah bisnis ingin meningkatkan jumlah leads, maka strategi content marketing yang digunakan bisa berupa pembuatan eBook, toolkit, template, atau webinar gratis yang meminta pengunjung mengisi data sebelum mengaksesnya.
Content marketing menjadi bagian penting dalam digital marketing karena mampu membantu bisnis menarik perhatian audiens, membangun engagement, memengaruhi keputusan pelanggan, hingga mendorong konversi.
Ilustrasi data digital marketing
Foto oleh Pavel Danilyuk di Pexels
Ilustrasi data digital marketing Foto oleh Pavel Danilyuk di Pexels

5. Data dan Analytics


Analytics menjadi fondasi penting dalam hampir seluruh aktivitas digital marketing. Setiap channel digital menghasilkan data dalam jumlah besar, sehingga marketer perlu memahami cara mengolah dan memanfaatkannya.
Skill ini tidak hanya berkaitan dengan membuat laporan dari berbagai sumber data, tetapi juga kemampuan membaca analytics untuk menghasilkan insight bisnis yang lebih baik.
Dengan memantau performa campaign dan memahami perilaku konsumen, marketer dapat menyusun strategi berbasis data untuk meningkatkan traffic maupun konversi.
Pada akhirnya, analytics membantu bisnis merancang consumer journey yang lebih efektif. Data memungkinkan perusahaan memahami kapan harus berkomunikasi dengan pelanggan, pesan seperti apa yang paling relevan, dan strategi mana yang paling efektif untuk mendorong keputusan pembelian.
Salah satu platform penting yang perlu dipelajari adalah Google Analytics karena tools ini dapat memberikan insight mendalam mengenai performa website dan perilaku pengunjung.
Selain itu, platform media sosial juga memiliki fitur analytics bawaan yang membantu marketer memahami interaksi audiens terhadap konten mereka.
Platform CRM dengan fitur email marketing juga menjadi tools penting dalam aktivitas analisis data. Beberapa platform yang banyak digunakan di industri antara lain Salesforce, Marketo, dan HubSpot.
Kemampuan mengumpulkan, membaca, dan memanfaatkan data kini menjadi aset penting dalam digital marketing. Data yang dimiliki perusahaan modern dianggap sebagai “tambang emas” yang dapat digunakan untuk menemukan cara baru dalam menarik sekaligus mempertahankan pelanggan.

6. Pay-Per-Click (PPC)


Traffic organik memang efektif untuk jangka panjang, tetapi biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan dampak yang signifikan.
Karena itu, banyak perusahaan juga mengandalkan paid advertising untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat dan menjangkau target audiens yang tepat.
Strategi ini membantu bisnis memperoleh leads berkualitas dalam waktu relatif singkat. Tidak heran jika banyak perusahaan mencari digital marketer yang memiliki pengalaman di bidang PPC alias Pay-Per-Click, yang juga sering disebut Search Engine Marketing (SEM).
Dalam praktiknya, PPC specialist biasanya memiliki beberapa tanggung jawab utama, seperti:
  • Melakukan keyword research.
  • Mengoptimalkan website dan landing page.
  • Menyusun strategi bidding.
  • Menggunakan teknik conversion rate optimization (CRO).
  • Memantau performa iklan.
  • Menulis copy iklan yang efektif.

Meski tidak semua digital marketer harus mengelola campaign PPC secara langsung, memahami cara kerja sistem ini tetap penting. Pengetahuan tentang PPC membantu marketer memahami bagaimana iklan berbayar memengaruhi customer journey dan hasil pemasaran secara keseluruhan.
Selain itu, pemahaman tentang hubungan antara SEO dan SEM juga menjadi nilai tambah penting karena keduanya sering berjalan beriringan dalam strategi digital marketing modern.
Memahami skill digital marketing yang dicari
Foto oleh Mikael Blomkvist di Pexels
Memahami skill digital marketing yang dicari Foto oleh Mikael Blomkvist di Pexels

7. User Experience (UX)


User experience atau UX menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan digital marketing. Cara pelanggan berinteraksi dengan website atau aplikasi sangat memengaruhi engagement hingga keputusan pembelian.
Pengalaman digital yang mulus membuat audiens lebih nyaman saat mencari informasi, membaca ulasan, maupun melakukan transaksi. Namun, di tengah banyaknya platform digital yang digunakan pelanggan, perusahaan sering kali kehilangan konsistensi di salah satu titik customer journey.
Sebagai contoh, sebuah bisnis menjalankan iklan Facebook untuk mengarahkan pengguna ke landing page tertentu. Dalam proses sederhana itu saja, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan:
  • Apakah pesan pada iklan dan landing page tetap konsisten?
  • Apakah tampilan landing page sesuai dengan iklan, termasuk warna, font, dan desain visualnya?
  • Apakah call-to-action yang muncul sesuai dengan ekspektasi pengguna setelah melihat iklan?

Hal-hal seperti ini terlihat sederhana, tetapi sangat menentukan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Karena itu, digital marketer perlu memikirkan setiap touchpoint ketika membuat campaign atau mengarahkan audiens ke website.
Konsistensi pesan, tampilan visual, dan tujuan di setiap tahap customer journey menjadi kunci agar pengguna tidak merasa bingung atau kehilangan arah saat berinteraksi dengan brand.
Ayo buat Website kamu sekarang!

Ingin mencari pengetahuan lain?

Ketik judul blog yang ingin kamu cari