7 Januari 2018 4:23 pm

28 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Pembeli

28 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Pembeli
Untuk kamu yang belum terbiasa berjualan online atau masih kesulitan membuat deskripsi produk yang baik, kami akan memberikan daftar pertanyaan yang biasanya ditanyakan oleh calon pembeli di toko online ketika melihat produk kita yang menarik.

1. Asli atau KW?

Pertanyaan ini banyak ditujukan kepada penjual yang menjual produk bermerek dan produk ponsel atau barang elektronik lainnya. Namun originalitas produk bukanlah sesuatu yang dapat dinilai pembeli melalui layar monitor. Ada baiknya penjual mencantumkan keterangan apakah produk yang dijualnya ini orisinil atau imitasi.

2. Produk apa ini?

Produk kamu mungkin punya bentuk unik dan tidak bisa ditebak dari penampilan visualnya. Selain itu, beberapa produk mungkin sulit diketahui karena bisa dilihat sebagai jenis produk lain (misalnya sebuah kalung tanpa liontin mungkin kelihatan mirip dengan gelang ketika difoto dari dekat).

3. Ada warna atau varian lain?

Pertanyaan ini banyak disampaikan kepada penjual produk fashion dan produk kecantikan lainnya. Misalnya, pembeli sering bertanya apakah produk pakaian yang dijual di toko online memiliki warna lain di luar yang ditampilkan dalam foto. Agar penjual tidak repot menjawab pertanyaan semacam ini, ada baiknya foto semua warna atau varian produk ditampilkan di toko online.

Kamu mungkin tahu persis warna apa yang ada pada pada produk yang kamu jual. Tapi, beberapa calon pembelimu mungkin punya pengaturan layar yang berbeda sehingga warna yang mereka lihat berbeda dari yang sebenarnya.

4. Harganya pas, nih?

Meski beberapa toko online mematok harga pas alias tidak bisa ditawar lagi, banyak penjual yang sering memberikan kesempatan tawar-menawar dengan pembeli, terutama saat penjual berjualan di situs jual-beli online atau e-commerce. Cantumkanlah keterangan apakah harga yang dipatok memang sudah tidak bisa ditawar lagi atau masih bisa dinegosiasikan

5. Seberapa besar ukurannya? Apakah produknya akan pas ketika saya pakai?

Meskipun sudah memperlihatkan bentuk produk yang kamu jual dengan jelas, foto produkmu tidak menjamin calon pembeli tahu persis ukurannya. Cantumkan ukuran produkmu dengan angka dan satuan yang jelas. Hal ini juga berlaku untuk produk-produk fashion seperti baju. Jangan hanya mencantumkan ukuran “Large”, “Medium”, dan sebagainya. Cantumkan juga ukurannya dalam bentuk angka agar calon pembeli tahu persis apakah pakaian yang dia beli akan pas di badannya atau tidak.

6. Apakah ada garansi?

Pertanyaan ini sering muncul ketika pembeli hendak membeli produk elektronik beserta perlengkapannya dengan harga yang cenderung mahal. Pembeli membutuhkan garansi apakah produk mahal yang dibelinya memang benar-benar tahan lama atau tidak. Ada baiknya penjual memberikan garansi dalam selama jangka waktu tertentu setelah pembeli membeli produknya.

7. Apakah ada jaminan cashback?

Karena tidak dapat menyentuh produk secara langsung, pembeli khawatir kalau-kalau produk yang dibelinya rusak, tidak sesuai keinginan, atau tidak sesuai dengan foto yang dilihatnya di toko online. Menghadapi hal semacam ini, penjual bisa memberikan jaminan uang kembali untuk mengutamakan keputasan pembeli.

8. Apa nanti bisa ditukar jika tidak cocok?

Senada dengan poin sebelumnya, pembeli menginginkan adanya layanan untuk menukar produk seandainya barang yang diinginkannya tidak sesuai dengan keinginan. Pertanyaan semacam ini sering ditujukan kepada penjual yang berbisnis pakaian, sepatu, atau kebutuhan sandang lainnya. Alasan pembeli ingin menukarkan produk dengan yang lain biasanya karena ketidaksesuaian ukuran.

9. Pengirimannya berapa lama?

Pembeli tidak dapat langsung memperoleh produk yang dibelinya saat itu juga. Inilah kekurangan bisnis online dibanding offline. Pembeli sering bertanya, kapan produk yang dipesannya akan sampai. Penjual perlu mencantumkan keterangan jangka waktu pengiriman ke berbagai daerah agar pembeli dapat memperkirakan kapan pesanannya tiba.

Untungnya dengan Berdu kamu bisa menggunakan widget Cek-Ongkir untuk pembeli kamu mencari tahu sendiri tentang estimasi pengiriman barang. (Contoh: https://tokobangunanku.id/cek-ongkir)

10. Berapa ongkir ke tempat saya?

Terkait poin sebelumnya, pertanyaan yang juga sering diajukan pembeli adalah berapa besar biaya pengiriman yang perlu ditanggungnya. Ongkir atau ongkos kirim juga termasuk ke dalam hal yang dipertimbangkan pembeli sebelum membeli. Jika ongkir terlalu besar, banyak pembeli lebih memilih membeli langsung di toko offline.

Seperti layaknya pertanyaan sebelumnya, dengan Berdu kamu bisa menggunakan widget Cek-Ongkir untuk pembeli kamu mencari tahu sendiri tentang harga ongkir barang. (Contoh: https://tokobangunanku.id/cek-ongkir)

11. Beli banyak, dapat diskon, dong?

Tidak hanya dalam bisnis offline, pertanyaan ini juga muncul saat pembeli membeli di toko online. Diskon atau potongan harga adalah sesuatu yang paling ditunggu-tunggu pembeli.

12. Kalau mau beli bagian tertentu saja, bolehkah?

Pertanyaan ini sering diajukan kepada penjual yang menjual produk perangkat atau paket, misalnya komputer dan ponsel. Ada pembeli yang mencari onderdil tertentu saja tanpa perlu membeli satu paket ponsel baru, misalnya onderdil kabel data atau pengisi baterai (charger) saja.

13. Ready stock?

Ketersediaan produk adalah sesuatu yang dipertimbangkan pembeli sebelum membeli. Banyak pembeli yang bertanya apakah produk ready stock atau harus dipesan terlebih dahulu. Jika harus memesan, tidak sedikit pembeli yang kemudian mencari toko online lain yang ready stock.

14. Minta nomor WhatsApp dong!

Pertanyaan ini sering muncul di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Banyak penjual yang memberikan keterangan “silakan tulis pesan melalui inbox untuk pemesanan”. Hal ini membuat pembeli menanyakan kontak personal penjual agar bisa berkomunikasi secara langsung. Pembeli berpikir bahwa menghubungi penjual via kontak personal akan lebih cepat ditanggapi dibanding via media sosial.

15. Ada toko offline-nya, nggak?

Ada beberapa pembeli yang memandang toko online sebagai referensi dalam mencari produk yang diinginkan. Ketika bertransaksi, pembeli tipe ini lebih memilih dilakukan secara langsung. Pembeli pun bertanya apakah penjual memiliki toko offline yang bisa dikunjungi.

16. Saya bisa jadi reseller, Gan?

Beberapa penjual mempublikasikan bahwa mereka adalah pihak pertama atau first hand dari produk impor yang mereka jual. Karena bertindak sebagai pihak pertama, harga jual yang ditawarkan penjual pun tergolong murah. Ini membuat pembeli yang tadinya hanya berniat membeli mendapatkan ide untuk berbisnis ritel produk impor tersebut.

Dengan Berdu Kamu juga bisa memanfaatkan fitur checkout sebagai dropshipper

17. Terbuat dari apa?

Bahan apa yang digunakan pada produk yang kamu jual biasanya akan menentukan keputusan apakah calon pembeli akan membeli produkmu. Apa bahan utama dan sekundernya? Dijahit dengan benang apa? Resletingnya menggunakan resleting apa? Dan sebagainya.

18. Bagaimana cara merawatnya?

Produk dengan bahan-bahan tertentu pasti punya cara perawatan yang khusus dan berbeda dengan produk yang jenis dan fungsinya sama (merawat tas kulit caranya beda dengan merawat tas biasa). Pastikan pembeli bisa menggunakan produk mereka dalam waktu selama mungkin.

19. Siapa yang perlu dan tidak perlu (bahkan tidak boleh) membelinya?

Jika produkmu ditujukan untuk demografi atau orang tertentu, cantumkan di deskripsi produk agar gelang untuk wanita yang kamu jual tidak dibeli oleh pria (dan membuatnya kecewa). Hal yang sama juga berlaku untuk konteks anak kecil, wanita hamil, peliharaan, dan sebagainya.

20. Apa kegunaannya?

Karena bentuknya unik, sebuah produk kadang sulit diketahui fungsinya dari penampilan visual, apalagi jika produk tersebut sudah termasuk jenis yang penggunaannya beragam. Jangan sampai tas untuk menyimpan sepatu yang kamu jual dibeli oleh orang yang mencari tas untuk kerja.

21. Bagaimana “rasanya”?

“Rasa” di sini maksudnya sensasi yang dirasakan ketika memegang produk tersebut. Sehalus apa tekstur kainnya? Seberat apa meja atau kayunya? Dan sebagainya.

22. Bagaimana cara kerja atau menggunakannya?

Cara atau langkah menggunakan atau memasang produk yang mungkin rumit atau tidak biasa. Untuk mencegah produkmu rusak di hari pertama sampai di tangan pembeli, pastikan kamu mencantumkan cara penggunaan produkmu.

23. Kenapa produk ini lebih bagus dari produk lain?

Nah, di sini, kamu harus benar-benar menjelaskan nilai lebih dari produkmu dibandingkan produk lain sehingga calon pembeli lebih memilih produk yang kamu jual daripada produk yang lain. Apakah ada bahan khusus? Apakah metode produksinya beda? Atau ada penawaran menarik lainnya?

24. Bagaimana jika produknya tidak sesuai dengan keinginan?

Pastikan kamu punya kebijakan yang jelas ketika produk yang dibeli ternyata tidak sesuai dengan keinginan pembeli. Apakah bisa dikembalikan? Jika bisa, bagaimana ketentuannya, lalu bagaimana caranya? Kamu sebagai penjual harus menuliskan kebijakan pengembalian produk di tokomu.

25. Apakah produknya siap pakai?

Apakah produknya harus dicuci, dikeringkan, atau melewati proses lain dulu sebelum bisa dipakai? Jika ya, bagaimana prosesnya?

26. Apa arti dari istilah yang ada di deskripsi produk ini?

Kamu mungkin memasukkan beberapa istilah yang asing di dalam deskripsi produkmu. Agar calon pembeli tidak bingung, pastikan kamu menjelaskan apa arti istilah-istilah yang kamu gunakan.

27. Kok mahal?

Nah, ini pertanyaan standa dari setiap pembeli. Walaupun produkmu sudah murah, biasanya pembeli tetap saja bertanya (agar harganya bisa dikurangi). Pastikan kamu dapat menjelaskan mengapa harga produkmu setara dengan kualitas produkmu.

28. Mengapa saya harus membeli produk ini?

Ini mungkin bukan pertanyaan pembeli yang secara langsung ditanyakan. Tapi bisa dibilang ini adalah pertanyaan kunci yang harus kamu jawab. Pastikan kamu bisa menjelaskan dan meyakinkan calon pembelimu mengenai manfaat yang akan dia peroleh jika membeli produk yang kamu jual. Ceritakan apa yang spesial dari produkmu hingga calon pembeli ini memang harus membeli dan memiliki produkmu.


Kesimpulan

Apapun pertanyaan yang diajukan oleh calon pembeli, kita sebagai si penjual harus responsif ketika menjawab. Jangan biarkan calon pembeli kita menunggu terlalu lama sebab hal ini akan menyebabkan calon pembeli kita mencari toko lain. Poin penting lainnya, tampilkan keterangan dan informasi produk secara lengkap dan jelas. Semakin detil kita sebagai penjual menjelaskan produknya, semakin sedikit usaha dan waktu yang dikorbankan kita si penjual untuk menjawab pertanyaan para calon pembeli kita.
Punya Merek Dagang tapi Belum Punya Website?
Buat Website Kamu Sekarang di Berdu!