4 Maret 2017 11:55 pm

Apa Perbedaan Inbound vs Outbound Marketing?

Apa Perbedaan Inbound vs Outbound Marketing?
Selama 10 tahun terakhir, dunia marketing telah berbalik karena kemajuan teknologi yang begitu pesat.

Taktik yang kebanyakan bisnis anggap sebagai magnet yang dapat memimpin pasar secara solid, seperti contohnya mengambil iklan di koran atau menjalankan iklan TV, telah kehilangan daya tarik mereka dan telah diganti dengan bentuk promosi-promosi kecil. Seperti posting yang disponsor di blog, podcast, dan kampanye media sosial.

Pergeseran ini telah menciptakan perdebatan sengit antar pelaku marketing, apakah di dunia digital pemasaran secara inbound ataukan outbound yang lebih baik.

Dengan kebanyakan bisnis mengadopsi strategi inbound di abad 21, pemasaran secara outbound sekarang sudah duduk di posisi belakang, tapi bukan berarti strategi outbound akan hilang sepenuhnya. Jika kamu mau mencoba meneliti untuk memutuskan pendekatan mana akan menghasilkan hasil yang lebih baik untuk toko online-mu, biarkan kami Berdu.id memandu kamu melalui aspek yang paling penting yang butuhkan untuk melakukan mempertimbangkan.

Ketika datang untuk memilih sisi di kubu inbound vs outbound, yang terbaik adalah untuk terlebih dahulu memiliki semua fakta yang benar dan memikirkan semua skenario yang akan terjadi, daan ada beberapa situasi di mana kombinasi dari keduanya akan bekerja lebih baik.

Apa Itu Inbound Marketing?

Pemasaran secara inbound adalah istilah yang sangat luas, namun, pada dasarnya, mengacu pada semua upaya pemasaran yang dilakukan untuk menarik customer dengan cara menyesuaikan diri dengan apa yang mereka inginkan dan sukai, daripada hanya mendorong produk atau layanan secara paksa kepada customer.

Jadi intinya adalah dengan inbound marketing kita berusaha untuk ditemukan oleh customer baru, bukan untuk menemukan customer baru. Karena di era konsumsi yang tinggi ini, semua orang selalu ingin membeli barang (coba ingat seberapa sering teman wanita kamu shopping), jadi para pelaku marketing yang menyadari hal ini tidak lagi berfokus untuk berusaha menjual (karena tahu pembeli sudah ingin membeli) dan berfokus pada bagaimana customer berpotensi ini bisa menemukan produk kita dalam pencarian mereka.

Pendekatan marketing ini relatif sangat baru, pendekatan inbound muncul karena harapan pembeli telah berubah, yang diawali dengan diciptakannya komputer. Munculnya internal dan media sosial mendorong marketer untuk mencari cara-cara baru untuk terlibat dengan pelanggan dengan mengandalkan faktor 'menarik pengunjung datang' daripada faktor 'mendorong pesan ke pengunjung'.

Menurut Content Marketing Institute, 80% dari para pengambil keputusan lebih memilih untuk belajar tentang produk dan merek baru melalui artikel-artikel di internet daripada melalui iklan. Ini berbicara banyak tentang mengapa pemasaran inbound telah menjadi fokus di dunia digital, dengan 3 dari 4 pemasar digital di seluruh dunia lebih memprioritaskan kampanye inbound dibanding pemasaran outbound.

Blogging adalah menu utama untuk melakukan pemasaran inbound, dengan 60% bisnis online memfokuskan upaya mereka untuk membuat konten blog yang berkualitas.

Cara pemasaran inbound lainnya termasuk:
  • Optimasi SEO
  • Meningkatkan eksistensi di media social
  • Pembuatan konten yang interaktif
  • Newsletter via Email
  • Konten dalam bentuk panjang yang bisa di download(seperti eBook dan pdf)
  • Pembuatan konten visual (Infografis, slide, powerpoint, dll)
  • Alat-alat yang bisa digunakan secara online (alat konversi mata uang, dll)
  • Video
  • Webinar
  • Dan masih banyak lainnya

Satu-satunya tujuan menciptakan konten seperti layaknya artikel ini adalah agar calon customer yang secara aktif mencari informasi secara online dapat menemukan kita, seperti kamu menemukan platform toko online kami, Berdu, karena artikel ini. Pemasaran secara inbound memang dirancang untuk membantu bisnis untuk lebih menyelaraskan dirinya dengan proses pencarian alami dari pembeli modern (umumnya dengan mesin pencari seperti Google, media sosial, dll) dan memfasilitasi perjalanan pembeli bukannya mengganggu mereka dengan informasi yang tidak menguntungkan mereka.

Karena bentuk yang tidak bersifat iklan, memungkinkan bisnis untuk lebih dipercaya oleh calon customer, di jaman modern orang-orang sudah tahu bahwa pada umumnya iklan jauh lebih menguntungkan penjual daripada pembeli, juga karena terlalu banyaknya iklan yang menjanjikan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya di dapat.

Dan untuk bisnis baru atau UKM yang masih memiliki budget yang relatif kecil, strategi inbound merupakan strategi yang lebih menguntungkan karena biaya pemasaran inbound pada umumnya 62% lebih sedikit daripada pemasaran outbound.

Apa Itu Outbound Marketing?

Tujuan utama dari kampanye outbound marketing adalah menemukan sejumlah orang yang memiliki prospek tinggi untuk menjadi pembeli atau pelanggan. Outbout marketing dianggap sebagai bentuk pemasaran klasik pada umumnya, karena pemasaran outbound sudah ada sejak manusia sudah mulai beradab, dan contoh klasik yang kita tahu adalah iklan billboard atau selebaran-selebaran iklan.

Teknik pemasaran outbound berfokus untuk mendorong pesan keluar. Dan strategi outbound marketing yang sudah sangat dikenali oleh semua orang (dan juga biasa dibenci), seperti:
  • Iklan TV
  • Telepon dari telemarketer
  • Direct mail dari alamat yang tidak dikenal
  • Iklan berupa gambar atau text di internet.
  • Iklan cetak di majalah dan koran
  • Email/SMS massal ke daftar yang dibeli
  • Papan billboard.
Outbound marketing bisa dibilang bagaikan berusaha menempelkan pesan mereka langsung ke wajah kita, dan jika dilakukan dengan tidak baik pada umumnya akan menurunkan popularitas dan kepercayaan dari konsumen, terlebih di era di mana banyak orang sekarang telah menggunakan adblocker untuk mem-block iklan dari hidup mereka.

Sebelum ada internet, mencari satu barang membutuhkan energi dan waktu yang sangat signifikan, dan ada beberapa barang atau jasa yang bahkan tidak bisa ditemukan kecuali jika sales mereka menghubungi kita secara langsung. Maka dari itu selama ratusan tahun outbound terus berjaya, karena konsumen tidak punya pilihan lain selain mengandalkan informasi dari sales dan iklan, tapi sekarang semua berubah seketika.

Di era di mana kita bisa menemukan informasi apa-pun dalam hitungan detik memlalu internet, ke-efektifan outbound marketing mengalami penurunan yang drastis yang dikarenakan oleh mudahnya informasi di dapan, sehingga konsumen mudah untuk membandingkan suatu produk dan jasa. Terlebih lagi kepercayaan konsumen terhadap iklan dan salesman jauh menurun, terlalu banyak pemasar yang menggunakan strategi outbound yang terlalu agresif sampai membuat konsumen merasa terganggu, sehingga konsumen di era internet tahu jelas bahwa iklan akan jauh lebih menguntungkan penjual dibanding pembeli.


Inbound vs Outbound Marketing - Pro dan Kontra

Munculnya teknologi dan adopsi media sosial yang cepat telah menyebabkan pergeseran besar dalam perilaku konsumen, yang telah mendorong pelaku marketing untuk menjadi lebih inovatif dan user-centric. Inbound vs outbound adalah hal yang tidak henti diperdepatkan karena tidak ada yang secara 100% dapat mengklaim bahwa salah satunya lebih baik dari yang lain.Kedua pendekatan memiliki pro dan kontra tersendiri dan keputusan akhir harus diinformasikan dengan kebutuhan bisnis kita. Namun, secara umum, kita bisa menarik gambaran singkat untuk melihat hal yang baik dan hal yang jelek dari mereka, untuk menyoroti perbedaan yang paling menonjol dari mereka.

-

Inbound Marketing

Pro:
  1. Tingkat konversi yang tinggi: Target dari pemasaran outbound adalah calon customer yang memang sedang mencari solusi dari masalah mereka yang juga siap untuk mengeluarkan uang, karena itu pemasar inbound akan jauh lebih mudah menjual ketika customer itu menemukan mereka.
  2. Budget yang rendah: Karena dengan inbond marketing kita cukup hadir ketika calon customer mencari, maka adanya budget yang besar juga tidak akan terlalu berarti. Dengan inbound marketing cerita seperti Daud dan Goliat sering muncul, di mana bisnis kecil bisa bersaing dengan bisnis raksasa dengan kantong dalam. Inbound marketing sangat mementingkan kualitas dibanding kuantitas.
  3. Dicintai oleh customer: Karena berfokus di kualitas hubungan dan hanya muncul sesuai dengan keperluan, inbound marketing pada umumnya sangat dicintai oleh customer karena tidak bersifat sebagai penganggu atau pengusik. Seperti layaknya orang mencintai dewa-dewa yang hanya didoakan ketika musibah datang, inbound marketing berusaha untuk selalu bisa diandalkan ketika customer menghadapi masalah.
  4. Lebih santai: Hal terbaik tentang inbound marketing adalah ketika dilakukan, kita tidak akan merasa seperti telah melakukan pemasaran sama sekali, dan hanya seperti mencoba menedukasi konsumen. (Karena banyak pemasar yang merasa bersalah karena memasang iklan seperti mau menipu konsumen)
Kontra:
  1. Membutuhkan waktu yang lama untuk dilakukan: Pemasar inbound pada umumnya akan memilih untuk membuat konten, dan untuk menciptakan konten yang unik dan berkualitas akan membutuhkan banyak waktu semua walaupun memiliki budget yang besar, sehingga tidak bisa mengharapkan sukses dalam semalam.
  2. Hasil tidak cepat terlihat: Karena sifatnya yang menunggu dicari, maka hasil dari pemasaran inbound tidak bisa langsung dilihat. Biasanya diperlukan waktu setidaknya 6 untuk melihat hasil dari pemasaran inbound.
  3. Jumlah prospek lebih terbatas: Dikarenakan sifatnya yang lebih pasif, jumlah prospek sangat terbatas dengan jumlah prospek di channel yang sudah ada. Kemungkinan untuk menarik prospek dari baru dari luar channel hampir tidak ada.

Outbound Marketing

Pro:
  1. Cangkupan yang luas: Besarnya luar lingkup dari pemasaran bisa scale seiring bertingkatnya budget, dengan biaya yang cukup suatu bisnis bisa melakukan pemasaran ke satu negara bahkan ke seluruh pelosok bumi. Maka untuk bisnis besar seperti B2B, outbound marketing akan selalu menjadi pendorong utama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat massa terhadap merek yang mereka miliki.
  2. Hasil dapat cepat dilihat: Hasil dari pemasaran outbound bisa dilihat dengan cepat, karena bersifat menyodorkan pesan langsung ke potensi customer maka bisa dilakukan kapan saja, tanpa menunggu kedatangan customer.
Kontra:
  1. Tidak terlalu efektif: Karena menargetkan massa dalam jumlah besar, tidak semua orang yang terlibat dengan kampanye outbound akan siap untuk membeli, sehingga kualitas dan jumlah lead yang dihasilkan akan selalu lebih rendah dari yang diharapkan.
  2. Menggangu: Kampanye outbound sering juga disebut sebagai 'pemasaran dengan cara menganggu', karena pada umumnya meminta waktu calon customer secara paksa untuk memperhatikan pesan yang mau disampaikan oleh pemasar.
  3. Efek yang hanya untuk pendek: Setelah kampanye outbound berakhir, tidak kampanye itu tidak akan lagi menguntungkan bisnis kita. Contohnya seperti iklan di TV, yang biasanya hanya akan meningkatkan penjualan selama iklan itu ada, ketika kita tidak lagi memasang iklan di TV penjualan pun akan langsung berkurang drastis.

Bagaimana Untuk Memulai Dengan Inbound Marketing

Rahasia pemasaran inbound yang sukses adalah mengetahui siapa pelanggan kita. Untuk kampanye kita menjadi sukses dan menjadikan pengunjung menjadi prospek klien, konten kita harus:
  • Mudah ditemukan
  • Mengatasi masalah bahwa konsumen hadapi
  • Menciptakan nilai baik dengan mendidik atau menghibur pembaca
Tapi semua ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi di dunia online, semua hal yang kita lakukan akan menentukan

Langkah pertama ketika memulai program inbound baru adalah untuk melakukan audit dari strategi yang sudah dikerjakan sebelumnya, mengoptimalkan aset yang sudah ada seperti ini (yaitu, website, konten blog, akun media sosial, video, konten dicetak, dll), mengevaluasi anggaran dan kemampuan kemampuan tim untuk memiliki gagasan yang jelas tentang di mana kita berdiri. Setelah kita memiliki gambaran yang komprehensif, menemukan peluang-peluang maka menargetkan pembuatan konten akan menjadi jauh lebih mudah.

Langkah selanjutnya adalah meneliti target audiens, lalu mengenal target audiends dengan lebih jauh terlebih ketertarikan dan masalah mereka. Setelah itu kita harus menentukan apa saluran informasi yang mereka gunakan dan andalkan, juga jenis format informasi yang mereka sukai. Memahami apa yang prospek kita gemari akan menjadi bantuan besar ketika kita mulai berpikir tentang pembuatan konten. Pada awalnya, kita cukup membangun beberapa target audiens secara kasar yang dapat kita terus memperbarui dan memperbaiki setelah kita memulai pemasaran, namun perlu diingat pertanyaan yang paling penting bahwa kita akan perlu mengetahui jawaban dari:
  • Apa demografi mereka?
  • Apa peran mereka dalam perusahaan mereka, keluarga, komunitas, dll?
  • Apa keinginan dan aspirasi mereka?
  • Apa yang mereka mau capai?
  • Apa masalah yang mereka coba untuk pecahkan?
  • Bagaimana Anda dapat membantu mereka?
  • Apa cerita dari hidup mereka?

Mengembangkan persona pembeli akan membuat kita lebih jelas menemukan arah untuk melakukan pemasaran, jadi kita tidak boleh melewatkan langkah di mana kita harus meneliti dengan jelas siapa target audiens kita.

Untuk dapat lebih mengenal perjalanan target audiens kita membeli suatu produk, kita harus tahu:
  • Bagiamana mereka mendapat informasi tentang apa saja produk-produk sejenis yang kita jual
  • Bagaimana mereka mendapatkan informasi untuk membandingkan produk-produk tersebut
  • Aspek apa yang mereka lihat di saat mengambil keputusan untuk membeli.
Dengan mengetahui hal-hal ini, kita akan lebih mengerti konteks yang sangat dibutuhkan untuk menghubungkan benang merah. Menurut Kapost, perusahaan yang selalu membuat konten untuk target audien yang spesifik akan melihat peningkatan sebanyak 45% dalam volume penjualan mereka.

Berikutnya adalah mendefinisikan tujuan dari pemasaran. Ini merupakan bagian integral dari setiap kampanye pemasaran, namun banyak yang gagal untuk mengenali risiko yang datang dengan melewatkan langkah ini. Tanpa menetapkan tujuan yang jelas dari awal, kita tidak dapat mengukur kinerja kampanye dan menentukan apakah pemasaran yang kita lakukan adalah kebehhasilan atau sebenarnya adalah kegagalan.

Setelah meneliti itu semua, kita juga harus mendokumentasi hasil penelitian kita, juga selalu memperbaharui dokumentasi agar selalu sinkron dengan trend dan perilaku customer yang selalu berubah setiap tahunnya (karena munculnya alat-alat dan teknologi baru).

Dokumentasi tersebut harus dapat menjawab:
  • Proposisi nilai apa yang bisa didapat dengan menggunakan produk kita?
  • Mengapa mereka harus memilih kita, bukan pesaing lainnya?
  • Apa kata kunci yang mereka gunakan ketika mencari kita atau produk sejenisnya?
  • Seberapa sering kita perlu mempublikasikan konten baru?
  • Bagaimana prospek klien dapat mendapat konten baru?
  • Apa format konten yang customer suka? (artikel, video, pdf, dll)
  • Channel apa yang harus digunakan untuk mendistribusikan konten? (Google Search, instagram, dll)

Setelah semua ini terjawab, inbound marketing bisa segera dilaksanakan dan diimplementasikan, sesuai dengan channel yang telah kita pilih. Jika channel-nya adalah youtube bisa segera langsung membuat video, dan jika channelnya merupakan dari organic search, kita bisa mulai menulis artikel berkualitas.

Bagaimana Untuk Memulai Dengan Outbound Marketing


Cara cara outbound marketing
Cara cara outbound marketing

Pemasar sering kali beralih ke taktik outbound karena ingin hasil yang lebih instan. Dan untuk mendapatkan hasil yang cepat outbound marketer harus secara aktif pergi keluar untuk mencari prospek, dan biasanya melalui saluran berbayar:

Melakukan outbound marketing sangatlah jelas dan mudah, pertama yang harus dilakukan adalah menentukan budget yang bisa dipakai. Setelah itu baru bisa bisa pilih beberapa media yang sesuai dengan budget yang kita miliki, baik online maupun offline.

Beberapa media yang bisa langsung digunakan secara cepat untuk pemasaran outbound:

Yang paling harus diperhatikan pemasaran outbound adalah ROI yakni seberapa banyak keuntungan yang bisa dihasilkan dari biaya yang telah dikeluarkan, dan setiap media akan memiliki ROI yang berbeda dan di awal pemaran outbound, menggunakan semua media yang sesuai budget tidak akan terelakan.

Karena setiap media memiliki audiens sendiri, dan seringkali kita tidak tahu persis apakah target audiens kita juga merupakan audiens kita, hal ini membuat kita harus secara aktif menganlisa ROI, dan mengambil tindakan seperti menutup channel dengan ROI yang rendah dan memfokuskan budget ke channel dengan ROI yag lebih tinggi.

Kesimpulan

Inbound dan Outbound marketing jika diibaratkan secara tradisional adalah seperti 2 restoran yang sedang berusaha meningkatkan penjualan, salah satu restoran mencoba mendekati pasar dengan cara inbound marketing, dengan cara mendekorasi restoran dan lingkungan sekelilingnya sehingga setiap orang yang melewati restoran itu akan tertarik untuk masuk ke dalamnya. Dan cara yang dilakukan restoran lainnya adalah dengan mengunakan budgetnya untuk menyelebarkan selebaran juga memasang papan-papan iklan besar di daerah lain untuk membuat orang-orang tahu keberadaan restoran tersebut.

Tapi terkadang perbauran dari inbound dan outbound bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih baik, contohnya seperti memasang iklan, tapi bukan untuk produk kita, melainkan untuk konten berkualitas yang kita punya. Hal ini banyak dilakukan untuk membantu mempercepat pemasaran inbound yang lebih menguntungkan di jangka panjang, dengan pemasaran outbound yang dapat melihat hasil yang jauh lebih cepat.

Dan jika kita hanya ingin berfokus pada satu pendekatan saja, cara paling gampang adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
* Seberapa cepat kita perlu melihat hasil? Jika bisnis kita membutuhkan keperluan untuk menjual yang mendesak, mungkin akan lebih baik menjalankan beberapa kampanye pemasaran outbound yang difokuskan ke beberapa channel karena akan dapat dapat menghasilkan efek yang langsung bisa dilihat.
* Berapa budget pemasaran kita? Kampanye pemasaran outbound perlu dompet tebal, seperti iklan TV yang dapat memiliki efek yang luar biasa, tetapi belum tentu bisa memberikan laba, bahkan sering kali hanya membuat rugi.
* Apa pesaing yang para pesaing lakukan? Perlu diingat bahwa channel yang belum di masuki pesaing adalah cara yang paling efektif untuk melakukan pemasaran.


Ayo buat Website kamu sekarang!

Ingin mencari pengetahuan lain?

Ketik judul blog yang ingin kamu cari