28 Agustus 2018 1:37 pm

Nomor Resi Gagal Dicek, Kenapa, Yah?

Nomor Resi Gagal Dicek, Kenapa, Yah?
Setelah berbelanja online dan melakukan pembayaran, kita bolak balik mengakses halaman order di marketplace, dan menunggu kata “Pemesanan diproses oleh penjual” serta “Pesanan dikirim.”
Yes, paling tidak sabar menunggu penjual memasukkan kode resi pengiriman, agar bisa melacak keberadaan sang paket.
Nah, saat melacak status pengiriman paket dengan memasukkan kode resi di alat Cek Resi, ternyata hasilnya “Not Found” atau tidak ditemukan. Perjuangan me-refresh halaman dan menginput kode resi berkali-kali pun tidak membuahkan hasil. Atau ada beberapa kasus di mana terkadang paketnya bisa dilacak, lalu tiba-tiba tidak bisa dilacak lagi.
Membingungkan? Iya. Lantas, kenapa nomor resi sering gagal dicek?

1. Server pihak ekspedisi mengalami gangguan

Ini adalah salah satu penyebab resi gagal dicek yang sering terjadi. Biasanya server kurir down karena sedang ada perbaikan, traffic yang terlalu tinggi akibat terlalu banyak orang yang melakukan cek resi secara bersamaan, atau masalah teknis lainnya.
Perbaikan infrastruktur sistem pihak ekspedisi ini biasanya memakan waktu yang tidak dapat ditentukan, bisa saja hanya dalam hitungan menit hingga seharian. Semakin besar kendalanya, maka semakin lama juga proses penanganannya.
Kalau jaringan server perusahaan pengiriman sedang down, bersabar terlebih dahulu, tunggu hingga servernya sudah selesai diperbaiki, baru cek lagi kode resi paketmu.
Selain itu, biasanya, beberapa kurir akan melakukan pengecekan internal pada jam-jam tertentu, biasanya pada tengah malam hingga dini hari. Waktunya pun berbeda-beda di setiap perusahaan ekspedisi. Pengecekan internal biasanya bertujuan untuk memelihara jaringan sistem. Ketika ini terjadi, pengecekan kode resi tidak akan bisa dilakukan, ini adalah hal yang normal.

2. Sistem tracking dari pihak kurir belum terupdate secara real time

Sistem database pada server kurir tertentu biasanya membutuhkan waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum kode resi pengiriman bisa dibaca. Jika kamu langsung melacak keberadaan paket ketika paketnya baru saja diterima di kantor kurir, kemungkinan besar nomor resinya belum masuk ke dalam database.
Belum lagi ada sebagian agen pengiriman kecil di daerah-daerah yang jaringan internetnya terbatas masih menuliskan kode resi pengiriman secara manual dengan tangan dan pena, alias masih offline.
Kalau barang dikirim dari agen yang melakukan pencatatan resi secara manual, bersabar sedikit sampai kode resi dimasukkan ke database (online) perusahaan kurir tersebut.

3. Kode resi yang dimasukkan salah -- karena kesalahan sendiri

Coba perhatikan ulang kode resi yang kamu masukkan, sudah benar, belum? Satu saja angka atau huruf yang salah ketika diinput pada kolom tracking, maka sistem tidak akan bisa menemukan status pengiriman paket yang kamu cari
. Biasanya, di struk bukti pengiriman paket ada banyak deretan angka yang berbeda-beda dan mungkin membingungkan. Nomor resi dari beberapa kurir bisa berupa perpaduan antara angka dan huruf, atau bisa saja hanya terdiri dari angka saja. Jumlah digit atau karakternya pun berlainan untuk setiap ekspedisi, coba dicek lagi ke kurir bersangkutan, apakah format resi yang kamu masukkan sudah tepat.

4. Kode resi yang diterima palsu

Jika sudah berhari-hari atau berminggu-minggu, namun resinya masih gagal dicek, ada kemungkinan resi yang diberikan ke kamu adalah kode resi palsu. Ini biasanya terjadi jika kamu adalah korban penipuan belanja online. Untuk mengkonfirmasi, coba minta toko online untuk mengecek kembali dan minta resi yang benar, serta bukti foto struk pengiriman resi paket dari penjual.
Supaya terhindar dari penipuan, upayakan untuk selalu berbelanja dari toko online yang terpercaya. Jangan mudah tergiur harga miring, karena ada banyak sekali penipu online yang menawarkan produk dengan harga yang sangat murah dan jauh dari harga pasaran, padahal abal-abal.

5. Pihak pengirim salah atau kurang teliti

Namun apabila resi masih terus tidak bisa dicek, jangan berpikiran negatif terlebih dahulu. Bisa saja pengirim kurang teliti dan salah memasukkan kode resi. Jika ini terjadi, coba tanyakan lagi ke pihak pengirim paket, pastikan kode resi yang kamu terima sudah benar. Mintakan bukti foto struk pengiriman resi paket dari pengirim, karena biasanya, saat mengirimkan paket dan membayarkan ongkos kirim, pengirim akan diberikan struk bukti pengiriman.
Catatan kepada pengirim, jangan membuang struk pengiriman selama barang kiriman belum tiba di tujuan. Penerima paket juga boleh, lho, mengingatkan pengirim untuk menyimpan struknya, siapa tahu suatu saat diperlukan jika ada keluhan.

6. Alat pengecekan resi pihak ketiga mengalami kendala

Apabila alat cek resi berupa web atau aplikasi dari pihak ketiga mengalami gangguan teknis seperti respon yang lambat, atau paket tidak ditemukan, kamu bisa langsung coba menginput kode resi langsung di halaman web resmi perusahaan pengiriman. Jika kode resi berhasil dicek di halaman web perusahaan ekspedisi, artinya aplikasi pihak ketiga sedang bermasalah. Kamu boleh langsung melaporkan ke customer service penyedia jasa pelacakan resi pihak ketiga yang bersangkutan.

...

Lain kali, jika pengecekan resi paket kiriman gagal, jangan bete dulu, sabar saja. Jangan lupa untuk selalu berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan belanja online, agar tidak perlu galau mengecek resi yang tidak valid.
Hanya dengan Rp 55.000 bisa memiliki Website sendiri!