27 Agustus 2018 2:02 pm

Kenapa Paket Kiriman Sering Telat atau Tidak Sampai ke Tujuan?

Kenapa Paket Kiriman Sering Telat atau Tidak Sampai ke Tujuan?
Setelah ‘berburu’ sekian lama, akhirnya kamu melakukan pembayaran juga untuk produk yang sudah lama ingin dibeli di toko online favoritmu. Seusai membayar, yang bikin dag dig dug adalah menunggu paketnya diantar dan tiba di depan rumah. Namun, waktu estimasi pengiriman sudah lewat, dan paketnya masih tak kunjung tiba. Kamu bolak balik melakukan pelacakan order di alat Cek Resi, dan hasilnya menunjukkan bahwa paket kamu ternyata masih dalam proses pengiriman yang tak kunjung rampung.
Sebelum bete, ada baiknya kamu ingat-ingat lagi, apakah kamu melakukan satu dari kesalahan-kesalahan berikut?

1. Alamat pengiriman tidak jelas

Sudah pasti, alamat yang tidak lengkap akan membuat pihak kurir ekspedisi kelimpungan.
Solusinya, selalu pastikan kamu menuliskan alamat pengiriman yang benar, lengkap, dan jelas. Selain provinsi, kota, kecamatan, kelurahan, jangan lupa sertakan RT/RW, nama jalan atau nama gang, nomor rumah. Jangan ragu untuk mencantumkan keterangan tambahan lainnya jika memang posisi rumahnya membingungkan atau berada di pelosok gang.
Jangan merasa bahwa alamat rumahmu mudah dicari karena lokasinya strategis atau karena nama jalannya terkenal. Di Indonesia, ada banyak sekali nama jalan atau nama daerah yang sama. Untuk mencegah kesalahan, selalu pastikan kamu sudah menuliskan kode pos yang tepat. Jangan beranggapan “udah zaman gini, siapa peduli kode pos?”. Kode pos setiap daerah sudah diatur, ini dapat menolong kurir jika harus mengirimkan paket ke daerah yang namanya mirip-mirip dengan wilayah lain. Jika kamu menggunakan layanan pengiriman dari aplikasi ojek online, beberapa marketplace bahkan meminta kamu untuk mencantumkan titik koordinat GPS alamat tujuan. Jangan lupa, harus cek lagi koordinatnya, dan cantumkan titik yang akurat.

2. Data penerima paket kurang lengkap

Selain alamat, kesalahan dalam penulisan nama atau nomor telepon penerima barang dapat mengakibatkan paketmu “tak kunjung sampai”. Cantumkan nama lengkap dan nama panggilanmu jika ada, untuk memungkinkan pihak kurir bertanya pada tetangga atau warga sekitar jika mereka mengalami kesulitan mencari rumahmu. Nomor telepon yang tertera dapat memudahkan pihak ekspedisi melakukan konfirmasi jika alamat sulit ditemukan.

3. Telepon penerima paket tidak dapat dihubungi.

Nah, ini nih. Kalau nomor telepon yang dicantumkan sudah benar, tapi teleponnya tidak aktif, apa gunanya? Telepon atau HP harus selalu aktif ketika menunggu paket kiriman, karena beberapa kurir akan mengirimkan notifikasi melalui SMS bahwa paket sedang diantar. Sebagian kurir juga akan menelepon untuk mengkonfirmasi alamat jika alamatmu tidak dapat ditemukan, atau untuk sekedar memastikan apakah ada orang di rumah yang dapat mengambil paket.

4. Tidak ada orang di rumah ketika paket tiba.

Kurir pengiriman tidak bisa menunggu lama. Jika tidak ditemukan orang yang bisa menerima paket, biasanya barang akan dibawa kembali untuk diantar lagi esok hari. Pastikan selalu ada orang lain yang berada di rumah. Atau boleh minta tolong titip ke tetangga yang kamu kenal.
Kamu juga boleh perhitungkan perkiraan waktu paket tiba, tergantung jenis layanan pengiriman yang kamu pilih, misalkan paket reguler, atau paket ekspres. Jika paket diperkirakan tiba tujuan pada hari kerja, kamu boleh mempertimbangkan untuk mengirimkan paket ke alamat kantormu.
Satu jalan lain yang bisa kamu tempuh adalah mempergunakan layanan parcel locker atau yang disebut juga PopBox. Kurir akan mengantar ke lokasi PopBox terdekat, kamu tinggal ambil barangnya di loker, deh. Kalau barangnya mau dikembalikan? Gampang, datangi lagi lokasi lokernya. Sudah ada banyak marketplace dan kurir yang bekerjasama dengan layanan yang baru tersedia di 17 kota besar di Indonesia ini.

5. Memilih layanan pengiriman yang ekonomis

Harus diakui bahwa layanan pengiriman dengan tarif ekonomis akan lebih lambat dibanding layanan pengiriman ekspres yang relatif lebih mahal. Jika kamu butuh barang belanjaan online kamu untuk tiba sesegera mungkin, sebaiknya pergunakan layanan ekspres.
Setiap kurir punya nama yang berbeda untuk menyebut jenis layanan pengiriman mereka. Tetapi untuk kiriman ekspres, pada umumnya pihak ekspedisi menggunakan istilah tiba di hari yang sama (same day delivery) atau tiba esok hari (next day delivery).
Berikut adalah beberapa layanan pengiriman cepat (di luar layanan reguler) yang ditawarkan kurir tanah air, dan kamu tentunya bisa cek terlebih dahulu tarif pengirimannya di alat Cek Ongkir.
  1. JNE Express: YES (Yakin Esok Sampai), Super Speed
  2. TIKI: Same Day Service, Over Night Services
  3. SiCepat Ekspres: SiCepat Best
  4. GoSend: Instant Courier, Same Day Delivery
  5. Grab: Instan, Same Day Delivery
  6. Pandu Logistics: Same Day Service
  7. First Logistic: Same Day Services, Next Day Services
  8. RPX: Same Day Package, Mid Day Package, Next Day Package
  9. Lion Parcel: Overnight Express Package Services (ONEPACK)

6. Paket rusak, tertukar, atau hilang.

Meskipun hal ini jarang terjadi, namun apabila kamu mengalami kejadian paket hilang atau rusak, biasanya pihak kurir akan memberikan ganti rugi. Jika terjadi paket tertukar akibat kesalahan pihak kurir, biasanya pihak ekspedisi akan menukarkan kembali barang yang tertukar dan mengirimkan ke alamat benar.
Kepada pihak pengirim, disarankan untuk menambahkan informasi terkait kondisi barang. Kamu dapat menambahkan tulisan seperti “awas barang mudah pecah” pada barang pecah belah, dan sebagainya, agar kurir lebih hati-hati selama proses pengiriman, mengurangi risiko paket rusak.
Pilih perusahaan ekspedisi yang memiliki kredibilitas tinggi, untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

...

Kalau kamu sudah mengisi alamat dan data penerima dengan benar, memastikan ada orang yang dapat menerima paket di rumah, risiko paket terlambat sudah bisa dikurangi dengan signifikan. Tidak perlu panik jika paket kamu belum sampai, namun jika keterlambatannya sudah jauh melebihi ekspektasi, hubungi lagi pihak kurir dengan memberikan kode resi pengiriman barang.
Hanya dengan Rp 55.000 bisa memiliki Website sendiri!