9 Maret 2017 5:15 pm

Mau Beli Backlink? Baca Dulu Bahayanya!

Mau Beli Backlink? Baca Dulu Bahayanya!
Jadi kamu berpikir untuk membeli backlink? Sebelum kamu melakukan itu, kamu sebaiknya tahu apa yang kamu hadapi. Kami Berdu.id akan menjelaskan semuanya tentang bahaya membeli backlink

Membeli backlink mungkin tampak seperti jalan cepat untuk mendapatkan beberapa lusin backlink dari ahli SEO yang cerdas yang telah membangun Private Blog Network (PBN) atau yang di Indonesia disebut dengan Jaringan Blog Pribadi.

Atau mungkin kita akan membangun sendiri sejumlah halaman dan menaruh backlink untuk diarahkan ke website kita. Tapi percayalah, kami telah melihat akhir dari semuanya!

Dalam SEO, jika kita tidak benar-benar mendapatkan peringkat kita secara organik, kemungkinan besar peringkat itu hanya untuk sementara. Karena cepat atau lambat Kita akan mendapatkan penalti, dan akhirnya hilang dari indeks.

Hal pertama yang harus kita ketahui adalah bahwa membeli backlink melanggar Pedoman Google Webmaster. Hal ini harusnya bisa menjadi alasan yang cukup untuk membuat kita tidak membeli backlink.

  1. Pembelian atau penjualan tautan yang lolos dari PageRank. Termasuk menukarkan uang dengan tautan, atau pos yang berisi tautan; menukarkan barang atau layanan untuk tautan; atau mengirim produk "gratis" kepada seseorang sebagai ganti tulisan mereka tentang produk tersebut yang menyertakan tautan
  2. Pertukaran tautan yang berlebihan ("Tautkan ke situs saya lalu saya akan menautkan ke situs Anda") atau membuat laman eksklusif untuk mitra demi tautan silang
  3. Pemasaran artikel berskala besar atau entri blog tamu berisi kampanye dengan teks tautan kaya kata kunci
  4. Menggunakan program atau layanan otomatis untuk membuat tautan ke situs
Singkatnya, setiap upaya untuk memanipulasi Google adalah pelanggaran pedoman Webmaster. Itulah mengapa kita harus menghindari melakukan hal itu (kecuali kita ingin mendapatkan murka sang Google).

Banyak bisnis baru siap untuk berjudi dengan masa depan mereka. Itulah sebabnya mereka membeli backlink dari orang-orang yang telah membuat PBN mereka sendiri.

Apa yang membuat PBN menjadi satu aset di dunia digital? PBN biasanya dibangun dari domain yang telah ada selama beberapa tahun dan, dan dalam beberapa kasus beberapa domain ini juga memiliki ranking yang tidak rendah..

Tidak jarang untuk menemukan domain di dalam suatu PBN yang memiliki otoritas yang tinggi. Tapi masalahnya adalah mereka ada semata-mata untuk membantu website lain untuk berperingkat lebih baik.

Google tidak suka hal seperti itu karena Google bertujuan untuk mendapatkan informasi yang sebenarnya untuk melayani para penggunanya, dan website yang semata-mata hanya untuk membantu peringkat website lain adalah hal yang bertentangan dengan tujuan mereka.

Webmaster yang memiliki PBN terlibat dalam aktivitas rahasia. Mereka harus menyembunyikan jaringan ini dari mata publik.

Akibatnya, mereka mencegah bot dari perusahaan seperti Ahrefs dan Majestic melihat situs mereka. Dengan cara itu, pesaing klien mereka tidak dapat melihat apa yang mereka lakukan.

Itu semua cukup pintar, tapi klien dari orang-orang pemilik PBN menempatkan banyak sekali kepercayaan dalam kemampuan mereka untuk menutupi jejak mereka. Jika, untuk alasan apa pun di suatu saat mereka salah melangkah, maka PBN itu mungkin akan ditemukan oleh Google, dan seketika itu juga semua backlink mereka akan tidak lagi
berharga.

Perlu diingat juga bahwa cara pemilik PBN memblokir bot dari merangkak situs mereka dengan adalah dengan robots.txt. Tapi tidak ada hukum tertulis yang mengatakan setiap perusahaan harus mematuhi apa yang ada di robots.txt!

Lebih buruk lagi, bot dapat melihat apa yang ada di robots.txt. Jika terlihat seperti situs memblokir banyak bot dari merangkak, maka hal ini akan meningkatkan kecurigaan dari Google yang akan berakibat penelitian lebih lanjut.
Jika Google tidak menentukan bahwa sebuah domain merupakan pusat dari spam, hal ini menyebabkan semua link yang berasal dari domain itu tidak akan dinilai untuk menjadi faktor ranking.

Orang yang memiliki PBN tidak memberikan jasa mereka secara gratis, kita tetap akan harus membayar makan siang mereka.

Berapa banyak kita akan membayar? Itu tergantung pada reputasi pemilik PBN dan apakah tidak kita bisa mendapatkan diskon dari mereka.

Secara umum, kita bisa menghabiskan beberapa juta rupiah untuk sekitar 1 hingga 5 backlink yang berkualitas lumayan. Dan umumnya setiap backlink akan datang dari domain yang berbeda pada PBN.

Setelah memberikan uang, kita kemungkinan besar tidak akan mendapatkan daftar backlink yang kita beli akan berasal dari mana.

Mengapa? Ingat, pemilik PBN menyembunyikan website mereka. Jadi yang kita dapatkan pada umumnya hanyalah deskripsi dari kualitas backlink yang kita akan dapat.

Jadi, sekali lagi, membeli backlink mengharuskan kita beroperasi pada kepercayaan penuh pada si penjual.

Alasan lain untuk menghindari PBN dan membeli backlink adalah, karena sering terjadi bahwa mereka ternyata dijalankan oleh satu orang yang memiliki sedikit waktu luang. Akibatnya, para webmaster yang menciptakannya kemungkinan hanya akan memutar konten yang sudah ada sebelumnya di internet.

Jika kamu tidak tahu dengan konsep "memutar konten", ini adalah cara yang beberapa blackhat SEO mengambil konten yang sudah ada di internet dan menggunakan software mengubah pola kata-kata tertentu. Jadi begitulah cara mereka untuk menghindari denda dari konten duplikat.

Masalahnya adalah bahwa software untuk "memutar kontent" masih jauh dari kesempurnaan. Sering sekali terjadi konten yang diputar terlihat seperti sesuatu yang ditulis oleh seorang anak di TK.

Jika Google mendeteksi tata bahasa yang buruk dalam satu artikel yang memberi link ke website kita, mereka akan mendevaluasi backlink itu. Ketika itu terjadi, kita tidak akan mendapatkan apa-apa untuk uang yang kita sudah kita keluarkan.

Webmaster yang PBN juga terkenal karena menggunakan konten berbentuk pendek. Sebuah backlink yang kita bisa beli akan sering berupa artikel yang hanya memiliki sekitar 300-350 kata.

Dengan kata lain, pemilik PBN pada umumnya hanya melakukan secukupnya dan tidak lebih. Dan hal itu jaran terlihat otentik, dan seringnya tidak bisa menipu Google untuk dalam waktu lama.

Perlu diingat bahwa kita akan melihat manfaat SEO yang jauh lebih baik dengan konten berformat panjang, yang jarang ditawarkan saat kita membeli backlink.

Seperti yang sudah kami Berdu.id jelaskan, kita dapat menghabiskan banyak uang untuk membeli backlink. Meskipun sudah mengeluarkan biaya ini, kemungkinan besar kita akan membayar dengan harga yang lebih mahal ketika Google menemukan apa yang telah kita lakukan.

Jutaan website telah dihukum karena membeli backlink. Ingat jutaan!

Di IT Digital World, Tirtha Ojha menceritakan cerita horor tentang apa yang terjadi setelah ia membeli backlink.
Pada awalnya, ia menulis, segala sesuatu tampak menakjubkan. Traffic websitenya meningkat sebanyak 200%.

Tapi semuanya hanya berlangsung selama dua hari.

Setelah itu, websitenya tidak hanya kehilangan posisi barunya, tetapi semua posisi lamanya juga ikut menghilang. Setelah beberapa jam penelitian, ternyata saya menemukan website saya dihukum oleh Google untuk karena membeli backlink.

Kesimpulannya darinya harus menjadi peringatan bagi semua webmaster:
"Dalam mencari keberhasilan, saya memilih jalan yang salah yang akhirnya membuat saya gagal. Meskipun ada berbagai shortcut untuk menaikan peringkat website kita di posisi teratas dari Google tapi saya sangat menyarankan kita untuk mengikuti jalan yang benar karena kita tidak bisa memiliki bisnis sukses tanpa melakukan kerja keras."
Untuk memperbaiki hal-hal, ia harus men-disavow backlink spam ini.

Google Sudah Tidak Semenakutkan Dulu

Ohja menulis artikel bahwa pada tahun 2015, ketika Google memberikan penalti dengan carai berbeda dibanding sekarang.

Saat itu, Google menghukup website yang digunakan backlink spam. Webmaster yang dihukum harus men-disavow backlink buruk untuk bangkit kembali dan berjalan di bawah kondisi normal lagi.

Tapi Google tidak melakukan cara itu lagi. Sekarang, bukannya menghukum situs, Google hanya mengurangi nilai backlink itu sendiri. Itu berarti pembeli backlink hanya akan membuang-buang uang jika Google menangkap PBN sumber dari sebagian besar backlink yang mereka punya.

Tapi hal ini pada umumnya tidak akan sampai membuat satu website diletakkan di bawah review manual.

Namun, mengapa menghabiskan uang untuk sesuatu yang akhirnya tidak bisa bernilai apa-apa? Jika Google pada akhirnya akan mendevaluasi link tersebut, kita akan menyia-nyiakan investasi kita.

Tapi semua ini merupakan pengetahuan untuk hari ini. Hal ini semua bisa berubah dalam hitungan detik. Bahkan, kami tidak yakin bahwa Google akan selalu mendevaluasi backlink, dan mungkin suatu saat akan kembali memberikan penalti manual. Jadi, kita perlu hati-hati hal untuk ini!

Bagaimana Google tahu jika kita kita membayar untuk backlink dan bukan mendapatkan link secara organik?
Kita sudah membahas pada beberapa cara bahwa Google dapat menentukan apakah kita membeli backlink.
  1. Melihat apakah website asal baclink berusaha menutupi jalur linknya
  2. Menangkap konten yang diputar.

Tapi Google masih memilik cara lainnya:
  1. Backlink yang tidak relevan - Jika kita membayar untuk backlink untuk website yang berhubungan dengan hewan peliharaan dan mendapatkan backlink dari website untuk reparasi mobil, algoritma Google akan melihat bahwa. backlink yang muncul tidaklah "alami".
  2. Backlink berasal dari halaman berkualitas rendah - Jika membeli baclink dari situs-situs berkualitas rendah, Google akan dengan cepat menentukan bahwa mereka adalah spam.
Selain itu, orang-orang yang bekerja di Google selalu memantau teknik blackhat SEO untuk belajar tentang orang-orang yang menjual backlink. Jika kita dapat menemukan penjual backlink, Google juga bisa menemukan mereka. (Ironisnya kebanyak pembeli backlink mecari jasa backlink di Google)

Akhirnya, Google bisa melihat bagaimana website saling berhubungan satu sama lain. Jika ada beberapa link yang tidak wajar, Google tahu hal seperti ini berasal dari situs-situs yang menjual backlink.

Dan kita dapat yakin 100% bahwa Google suatu saat akan menangkap website seperti itu.

Kita telah membahas beberapa bahaya membeli backlink, sekarang saatnya untuk menawarkan beberapa petunjuk tentang bagaimana kita dapat membangun backlink yang sehat dan jujur.

Guest Blogging

Caranya ada untuk menemukan seseorang yang menjalankan sebuah blog yang tidak bersaing dengan kita, dan meminta orang itu untuk memasukkan artikel yang kita buat di website-nya.

Ketika kita menulis artiel di website orang lain, kita akan, tentu saja, akan meminta backlink ke website kita sendiri untuk bayaran. Dan hal ini cukup legal.

Hanya ingat untuk memastikan bahwa backlink kita ini alami. Jika tidak, Google akan curiga.

Dengan kata lain, jika kita sedang menulis sebuah artikel tentang menunggang kuda, pastikan bahwa kita baclink ke halaman webiste kita yang relevan dengan menunggang kuda. Yang akan masuk akal untuk algoritma Google. Jangan terlalu memaksa, dan hanya lakukan Guest Blogging ketika itu masuk akal.

Dan kita juga perlu menjalin hubungan baik dengan pemilik website dimana kita melakukan Guest Blogging. Contohnya jika seseorang berbaik hati untuk membiarkan kita posting di blog-nya, kita bisa membalas budi orang ini dengan memberikan kesempatan yang sama untuk mereka.

Perlu diingat bahwa Guest Blogging adalah situasi win-win untuk semua orang. Kita dapat backlink, dan mereka bisa mendapatkan artikel gratis. Ini sebabnya Guest Blogging adalah salah satu cara terbaik untuk membangun backlink.

Kesimpulan

Seperti yang kami Berdu.id sudah tuliskan, janganlah mengambil jalan keluar yang mudah, bekerjalah untuk membangun backlink yang sehat dengan mengikuti Pedoman Google Webmaster. Hal ini benar-benar adalah cara yang tepat untuk meningkatkan ranking dan akan menghasilkan lebih panjang umur.

Google juga sudah tidak menjadikan backlink sebagai pioritas utama dan berubah fokus untuk kualitas konten dan pengalaman pengguna. Yang juga berarti kita pun harus beralih ke hal yang sama.

Coba gratis platform toko online Berdu selama 7 hari!