6 Maret 2017 9:37 am

Apa Artikel Yang Lebih Panjang Lebih Baik Untuk SEO?

Apa Artikel Yang Lebih Panjang Lebih Baik Untuk SEO?
Selama bertahun-tahun, para ahli SEO telah menunjukkan bahwa Google mencintai konten yang panjang. Tapi apakah pembaca kita suka konten panjang? Belum tentu.

Sebagai seorang penulis, yang berarti kita terjebak di tengah pertengkaran mereka. Menulis terlalu sedikit, dan konten kita tidak akan peringkat. Menulis terlalu banyak, dan kebanyakan orang tidak akan membaca konten kita.

Kabar baiknya adalah, Google telah menyadari bahwa jumlah kata dan kepadatan kata kunci tidak selalu prediktor terbaik dari relevansi. Orang lebih yang peduli tentang pengalaman mereka membaca, bukan jumlah kata kunci di halaman yang mereka baca.

Akibatnya, Google telah menempatkan fokus peningkatan pada pengalaman pembaca. Pada 2015 laporan Moz pada faktor peringkat non-kata kunci, 4 dari 10 faktor SEO yang mereka rasa paling berpengaruh, berhubungan dengan pengalaman pembaca.

Mengingat trend ini, kemungkinan Google akan lebih cerdas dalam membedakan halaman dengan pengalaman pembaca yang menakjubkan dan halaman dengan pengalaman yang menyusahkan. Maka dari itu konten dengan banyak teks tetapi nilai yang bisa diberikan kecil akan mulai menurun di ranking Google.

Akibatnya, kita tidak cukup untuk hanya menulis konten yang panjang, tapi kata harus mengoptimalkan panjang konten kita untuk membuat pengalaman pembaca lebih baik. Dan, untuk melakukan itu, kita perlu tahu berapa seberapa banyak konten yang audiens kita benar-benar ingin pada satu halaman.

Untungnya, dengan pertimbangan hal itu hampir tidak sesulit yang kita pikir. Untuk membantu kita, mari kita lihat bagaimana pembaca berinteraksi dengan konten dan bagaimana kita dapat menguji konten kita untuk memaksimalkan keefektivitasannya.

Apakah Lagi Lebih Panjang Lebih Baik?


Melihat sejarah Google yang selalu mempioritaskan konten, sebagian besar perusahaan dan blog yang sudah menghabiskan bertahun-tahun memproduksi konten berdurasi panjang. Seringkali, konten ini baik dan berkualitas tinggi yang memberikan banyak nilai, seperti contohnya blog kami di Berdu.id.

Tapi pertanyaannya apakah konten yang lebih panjang lebih baik?

Untuk beberapa situs, mungkin jawabannya jelas. Tapi, jika kita terus terang, kita jarang membaca satu artikel sampai habis, bahkan jika kita peduli tentang konten tersebut. Dan ternyata, kebanyakan orang bertindak dengan cara yang sama secara online.

Bahkan, Chartbeat telah melakukan studi untuk melihat seberapa jauh orang membaca artikel di blog mereka. Ternyata, pembaca rata-rata hanya membaca sekitar setengah dari posting blog:

Penelitian Chartbeat tentang konten blog
Penelitian Chartbeat tentang konten blog


Jadi, kita mungkin telah menulis sebuah konten epik, posting dengan total 8.00 0kata tentang hal-hal yang sedang viral, tapi sayangnya kebanyakan orang tidak akan membaca semuanya sampai habis. Mereka akan menutup browser jauh sebelum melihat akhir dari artikel itu.

Tentu, artikel seperti itu mungkin berperingkat dengan baik, tetapi jika orang tidak selesai membacanya, apakah artikel itu membantu bisnis kita? Itu bisa diperdebatkan.

Halama dengan konten yang panjang pada umumnya memiliki banyak isi yang berkualitas, tapi semua itu isi yang berkualitas itu terkadang tidak bisa ditemukan oleh pembaca, seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Informasi kebutuhan pelanggan potensial mungkin pada halaman, tetapi jika mereka tidak dapat menemukannya, mereka hanya akan kesal karena kita telah membuang waktu mereka untuk mencari.

Intinya di sini adalah bahwa pengalaman pembaca yang baik tidak berarti menulis konten yang panjang. Bahkan, tergantung pada audiens kita, menulis lebih panjang mungkin berarti lebih sedikit orang membaca kurang karena banyak orang yang sibuk dan tidak mau meluangkan terlalu banyak waktu.

Tapi bagaimana kita bisa tahu seperti apa panjang konten yang audiens kita suka? Untuk menjawab itu, kita harus menjalankan test sederhana.

Menguji Panjang Konten Yang Berbeda

Ketika melakukan optimisasi banyak perusahaan hanya fokus pada unsur-unsur utama halaman seperti halaman utama, hero image, formulir, dan Call to Action. Seringkali konten duduk di bagian bawah daftar.

Ini adalah hal yang menyedihkan, karena panjang konten adalah hal utama untuk menjadi petunjuk jika sebuah website merupakan website yang aktif.

Kita bisa melihat dari kasus yang nyata, OURrescue yang telah mengoptimalkan konten blog mereka menggunakan jasa Kissmetrics. OURRescue adalah website yang melakukan perjalanan untuk menyelamatkan anak-anak dari para perdagangan seks illegal.

Untuk mendanai menyelamatkan mereka, OURrescue menjalankan blog biasa yang membahas (dan sering menyayat hati) rincian dari misi mereka. Masing-masing artikel di blog berakhir dengan panggilan untuk kita menyumbangkan untuk membantu upaya penyelamatan lebih lanjut dengan lebih banyak dana.

Sesuai dengan sebagian besar blog, artikel OURrescue ini biasanya palin sedikit 1500 kata panjang dan memiliki kata kunci yang sangat rinci. Blog itu menghasilkan sumbangan yang layak, tapi para pemilik website mulai mulai bertanya-tanya tentang panjang konten mereka.

Apakah mereka menulis terlalu banyak? Terlalu sedikit? Akankah OURrescue mendapatkan lebih banyak sumbangan jika mereka mengubah panjang konten mereka?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Chris meminta OURrescue untuk menulis versi pendek, menengah dan panjang dari beberapa artikel. Dan kemudian melakukan test untuk masing-masing varian pos. Dengan ini mereka melacak sejauh apa pembaca men-scroll halaman, lama waktu di halaman dan sumbangan yang dihasilkan dari setiap versi artikel.

Pada desktop, hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan, semakin panjang artikel akan membuat pembaca semakin betah di halaman itu. Hal itu logis, karena semakin panjang suatu konten maka dibutuhkan waktu semakin lama untuk membaca konten tersebut. Namun, artikel yang dengan panjang yang menengah terlalu pendek memiliki tingkat penyelesaian yang tertinggi.


Tingkat penyelesaian artikel di Desktop
Tingkat penyelesaian artikel di Desktop

Jadi, sementara pembaca menghabiskan lebih banyak waktu pada versi terpanjang dari artikel, banyak orang tidak selesai membaca artikel tersebut. Hal ini membuat pembaca di halaman dengan artikel yang pendek dan menengah.

Dan jika kita melihat hasil dari pembaca yang menggunakan handphone, hal ini menjadi lebih menarik.

Tingkat penyelesaian artikel di Mobile
Tingkat penyelesaian artikel di Mobile

Pada ponsel di mana orang-orang paling banyak menghabiskan waktunya online, pembaca tidak memberikan banyak waktu untuk membaca konten dengan artikel panjang. Varian halaman dengan panjang yang menengah adalah yang paling lama dilihat oleh pembaca.

Namun, versi terpendek tulisan, memiliki tingkat penyelesaian hampir dua kali lipat dari tingkat penyelesaian dari konten terpanjang.

Statistik ini sangat menarik, namun tidak benar-benar menjawab pertanyaan yang paling penting: Apakah panjang konten yang memberikan pengalaman membaca yang terbaik?

Atau, untuk meletakkan segalanya dalam segi bisnis yang lebih konkret, versi artikel mana yang dapat menghasilkan sumbangan paling banyak?

Ternyata, yang panjang konten yang paling optimal bervariasi antara desktop dan mobile:


Dibandingkan dengan versi terpanjang dari artikel, versi terpendek memiliki lebih dari 80% sumbangan pada ponsel dan versi menengah memiliki hampir 30% lebih sumbangan di desktop.

Jadi, apakah konten yang panjang lebih baik untuk OURrescue? Tidak sama sekali!

Apa yang membuat data ini sangat menarik adalah kenyataan bahwa lama pembaca berada pada halaman bukanlah prediktor yang sangat baik dari sumbangan/penjualan. Tingkat pembaca menyelesaikan satu artikel bagaimana pun adalah hal yang jauh lebih penting.

Jika kita berpikir tentang hal itu, ini masuk akal. Sebagian besar dengan Call to Action berada di bagian bawah artikel, jika pembaca tidak menyelesaikan artikel, mereka tidak melihat Call to Action, yang berarti mereka tidak menyumbangkan apa-apa.

Mungkin menambahkan Call to Action di tengah halaman bisa membuat artikel dengan konten panjang memiliki jumlah sumbangan yang lebih tinggi, tapi itu tidak fokus dari test kali ini.

Jadi, apa yang mendorong sumbangan/penjualan? Yang paling mendorong bukanlah artikel dengan kata-kata paling banyak, tapi adalah artikel dengan pengalaman pembaca yang terbaik.

Tapi audiens kita akan berbeda dengan audiens OURRescue, dan sangat mungkin bahwa ketika OURRescue menjalankan test yang sama nantinya mereka akan mendapatkan hasil yang sama sekali berbeda.

Kesimpulan

Jadi, apakah konten yang panjang yang pasti lebih baik? Selama bertahun-tahun, panjang konten telah menjadi cara terbaik untuk mendapatkan ranking di Google, tapi ini semau mulai berubah.

Sekarang, baik Google dan pembaca kita mencari konten yang memberikan pengalaman memuaskan. Itu berarti konten kita memiliki panjang yang tepat untuk audiens kita.

Seperti Google terus memfokuskan algoritma mereka pada penyediaan pengalaman pembaca yang lebih baik, saatnya bagi kita untuk melakukan hal yang sama.
Coba gratis platform toko online Berdu selama 7 hari!