24 November 2023 2:16 pm

5 Elemen Presentasi Menarik dan Tips Presentasi untuk Curi Perhatian Audiens

5 Elemen Presentasi Menarik dan Tips Presentasi untuk Curi Perhatian Audiens
Membuat presentasi dan menyuguhkan presentasi yang menarik termasuk jenis soft skill penting bagi siapa saja. Bagi Anda seorang pebisnis profesional atau Anda seorang karyawan yang biasa memimpin suatu project, skill presentasi jelas perlu dikembangkan.
Presentasi pada dasarnya adalah proses menyajikan atau membagikan informasi kepada audiens yang lebih luas. Presentasi biasa dilakukan di sebuah kelas perkuliahan, juga dalam situasi perusahaan, misalnya ketika departemen keuangan mempresentasikan angka pendapatan bisnis dalam satu tahun terakhir.
Intinya, presentasi umum digunakan di berbagai bidang, khususnya secara profesional. Karena itu, penting memahami cara membuat presentasi menarik dan elemen-elemen apa saja yang perlu diperhatikan. Bahkan, presentasi bisa jadi bagian dari pengenalan branding bisnis Anda.

5 elemen presentasi menarik


Ilustrasi presentasi
Gambar: Unsplash
Ilustrasi presentasi Gambar: Unsplash

Presentasi biasanya dibuat untuk membeberkan informasi atau data secara detail kepada kelompok yang lebih luas. Contoh yang paling sederhana adalah ketika mahasiswa mempresentasikan tugas kuliah di suatu kelas.
Skala presentasi kemudian bisa diperluas lagi sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, petinggi perusahaan mempresentasikan laporan keuangan setahun terakhir dalam rapat tahunan kuartal terakhir.
Lantas, bagaimana membuat presentasi yang bagus? Pada dasarnya, presentasi harus bisa menarik perhatian audiens sejak awal. Presentasi harus menunjukkan narasi yang jelas dan terstruktur, sekaligus menggunakan elemen-elemen visual yang menarik dan menjaga transisi dari satu poin ke poin berikutnya.
Presentasi yang bagus juga ditandai dengan dampaknya terhadap audiens. Harapannya, setelah mendengar materi presentasi, audiens bisa terdorong untuk mengambil tindakan, minimal mengingat materinya.
Nah untuk membuat presentasi yang menarik tanpa mengurangi kedalaman materinya, berikut lima elemen presentasi yang harus diperhatikan.

1. Kepercayaan diri


Hal pertama yang paling penting, sebelum bicara soal materi atau isi presentasi, Anda harus terlebih dahulu memastikan kesiapan presenter, yaitu orang yang nantinya akan mempresentasikan materi tersebut.
Kesalahan fatal yang mungkin terjadi adalah jika presenter tersebut tidak benar-benar paham dengan isi materi presentasi. Padahal, audiens yang menyimak presentasi tersebut perlu diyakinkan bahwa orang yang berbicara benar-benar tahu apa yang dibicarakannya.
Artinya, seorang presenter harus tampil percaya diri, bahwa dia adalah seorang ahli dan yang paling memahami materi yang dipresentasikan. Hanya dengan cara itu audiens bisa tertarik dengan apa yang dibicarakan.

2. Kejelasan


Presentasi harus jelas, baik kejelasan soal materi maupun kejelasan dalam cara menyampaikan materi tersebut. Untuk hal pertama, Anda harus menjelaskan alasan presentasi tersebut disampaikan dan apa yang diharapkan bisa diterima audiens dari presentasi tersebut.
Selanjutnya, Anda harus menyampaikan presentasi sejelas mungkin. Jangan bicara terlalu cepat, jangan terlalu lambat. Ucapkan kata per kata dengan jelas dan beri penekanan untuk kata-kata yang menurut Anda lebih penting.
Kejelasan juga dibutuhkan dalam materi presentasi Anda. Misalnya, jika Anda menggunakan PowerPoint untuk membantu memberikan petunjuk visual terkait presentasi, pastikan setiap slide-nya berisi informasi yang jelas, tapi jangan terlalu padat.


Ilustrasi seorang presenter menghadapi audiens
Gambar: Unsplash
Ilustrasi seorang presenter menghadapi audiens Gambar: Unsplash

3. Visual/gambar


Masih terkait slide presentasi, biasanya audiens bisa lebih memahami isi materi ketika presenter menggunakan bantuan elemen visual ketika berbicara. Karena itulah ada aplikasi atau software seperti PowerPoint, Prezi, dan semacamnya.
Elemen visual ini jadi kesempatan Anda untuk menyampaikan informasi dengan lebih efisien. Misalnya, kurangi penggunaan teks dan pilih bantuan visual seperti gambar, infografis, diagram, grafik, bagan, dan video.

4. Ringkas


Materi Anda boleh padat, hal-hal yang perlu disampaikan mungkin sangat penting. Namun, pastikan bahwa presentasi Anda tidak berjalan terlalu panjang. Coba merapikan informasi yang ingin disampaikan jadi lebih ringkas.
Pasalnya, presentasi yang terlalu panjang bisa jadi kehilangan tujuannya. Audiens mudah kehilangan konsentrasi, jadi daripada menggunakan kalimat-kalimat panjang, pilih kalimat pendek dan poin-poin untuk menjelaskan maksud Anda.

5. Engagement (keterlibatan)


Presentasi yang menarik seharusnya bisa dibuat untuk berjalan dua arah. Anda sebagai presenter tidak bicara sendiri, jadi coba pancing reaksi audiens, ajak mereka untuk ikut bersuara dalam momen yang tepat.
Artinya, coba lakukan interaksi dengan audiens sepanjang presentasi. Anda bisa memancing interaksi dengan melempar pertanyaan yang masih terkait dengan materi presentasi tersebut.
Keterlibatan audiens semacam ini penting untuk membuat presentasi Anda lebih atraktif, agar materi yang disampaikan juga benar-benar dipahami.

Tips membuat presentasi menarik


Ilustrasi membuat presentasi
Gambar: Unsplash
Ilustrasi membuat presentasi Gambar: Unsplash

Nah setelah memahami elemen-elemen penting dari presentasi di atas, Anda juga bisa mencari tahu tips-tips membuat presentasi menarik.
Ingatlah ketika Anda mempresentasikan sesuatu, Anda sedang bicara dengan khalayak luas yang berbeda-beda. Artinya, penerimaan materi setiap orang juga mungkin berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan.
Berikut beberapa tips membuat presentasi dan melakukan presentasi yang bisa Anda coba:

1. Mulai dengan meyakinkan


Presentasi sama dengan bercerita. Jadi, beberapa kalimat pertama yang Anda ucapkan bisa jadi sangat penting untuk menit-menit berikutnya. Anda harus bisa langsung mendapatkan perhatian audiens begitu mulai melakukan presentasi.
Ada banyak cara yang bisa dicoba. Anda bisa mulai dengan pertanyaan retoris untuk memancing perhatian audiens. Anda juga bisa mulai dengan sedikit lebih luwes, misalnya dengan memancing audiens untuk bercanda.
Apa pun cara yang Anda pilih, pastikan tepat sasaran, solid, dan sesuai dengan karakter audiens.

2. Jangan terlalu rumit


Bakal jadi masalah jika Anda harus menyampaikan materi yang terlalu luas dalam sebuah presentasi singkat. Mungkin Anda harus memilih metode lain untuk menyampaikan setumpuk informasi, sebab presentasi bukanlah metode yang tepat untuk itu.
Presentasi tidak boleh terlalu padat, tidak bisa terlalu rumit. Nantinya Anda akan kedapatan bicara terlalu panjang tanpa kejelasan materi yang bisa ditangkap oleh audiens.
Presentasi yang sukses harus mudah dipahami dan mudah diingat oleh audiens. Gampangnya, pastikan Anda menyampaikan poin-poin terpenting yang menurut Anda harus dipahami oleh audiens. Informasi lainnya bisa disampaikan dalam media lain, misalnya teks.

3. Bagikan data


Presentasi akan terlihat lebih meyakinkan jika Anda mendukungnya dengan data. Hal ini jauh lebih penting jika Anda melakukan presentasi bisnis.
Akan mengecewakan jika Anda melempar klaim dalam presentasi tanpa dukungan data. Kesalahan semacam ini bisa mengurangi tingkat kepercayaan audiens, ucapan-ucapan berikutnya pun akan lebih sulit diterima.
Karena itu, ketika menyiapkan presentasi, pastikan Anda mendukungnya dengan riset. Jika Anda sedang membuat presentasi bisnis, coba tambahkan data atau studi untuk mendukung klaim bisnis Anda.

Ilustrasi presentasi
Gambar: Unsplash
Ilustrasi presentasi Gambar: Unsplash


4. Jeda saat bicara


Presentasi tidak boleh terburu-buru, tapi juga tidak boleh terlalu lama. Anda harus menyampaikan informasi dengan jelas, ringkas, tapi juga padat. Nah, salah satu trik bicara di depan publik yang mungkin penting bagi Anda adalah jeda bicara.
Ketika menyampaikan informasi krusial, misalnya Anda membagikan pengumuman penting dalam perusahaan, coba beri jeda sejenak tepat setelah Anda bicara.
Jeda tersebut memberi efek psikologis bahwa informasi yang disampaikan sangat penting. Selain itu, jeda juga memberi waktu bagi audiens untuk menyerap informasi yang baru mereka dengar.

5. Aturan 10-20-30


Saat membuat slide PowerPoint untuk mendukung presentasi Anda, coba gunakan aturan 10-20-30 yang memang sudah cukup dikenal, yaitu:
  • Presentasi sebaiknya tidak lebih dari 10 slide
  • Presentasi seharusnya tidak lebih dari 20 menit
  • Teks di setiap slide presentasi disarankan menggunakan ukuran 30

Jika Anda sudah menerapkannya, aturan 10-20-30 akan terlihat masuk akal dan benar-benar efektif untuk mendukung presentasi sukses.

6. Jangan terpaku kepada slide


Nah, tips terakhir yang tidak kalah penting, jangan terlalu kaku mengikuti slide. Memang Anda telah membuat slide presentasi untuk memberikan dukungan visual saat berbicara, tapi bukan berarti setiap pergerakan Anda dibatasi oleh slide tersebut.
Ingat, slide presentasi dibuat untuk memberikan dukungan informasi tambahan, khususnya informasi visual. Tetap yang terpenting adalah sosok Anda sebagai presenter dan cara Anda berbicara kepada audiens.

Demikian ulasan singkat soal 5 elemen penting dalam presentasi dan tips membuat atau melakukan presentasi efektif untuk mencuri perhatian audiens. Menarik ya!
Ayo buat Website kamu sekarang!

Ingin mencari pengetahuan lain?

Ketik judul blog yang ingin kamu cari