Website authority adalah konsep yang menggambarkan seberapa tepercaya, kredibel, dan ahli sebuah website di mata mesin pencari seperti Google.
Meski begitu, Google tidak menggunakan satu skor atau metrik resmi untuk mengukur authority sebuah website secara keseluruhan.
Skor yang populer seperti Domain Authority (DA) dari Moz atau Domain Rating (DR) dari Ahrefs merupakan estimasi dari pihak ketiga. Perusahaan SEO tersebut mengembangkan metriknya sendiri untuk memperkirakan seberapa besar peluang sebuah website mendapatkan peringkat di hasil pencarian.
Di sisi lain, Google memang menggunakan berbagai sinyal internal untuk menilai kualitas website dan halaman individual. Salah satunya adalah PageRank, yang berkaitan dengan cara Google memahami hubungan dan kekuatan tautan antarkonten.
Dengan kata lain, Google tidak melihat website Anda berdasarkan satu angka authority yang bisa ditampilkan kepada publik. Google juga tidak memberikan skor authority resmi untuk setiap domain.
Dalam dokumentasinya, Google secara tegas menjelaskan bahwa tool SEO pihak ketiga tidak memiliki akses ke data internal yang digunakan Google untuk menentukan peringkat. Karena itu, berbagai skor dan prediksi yang dihasilkan tool tersebut merupakan perhitungan dari masing-masing penyedia.
Lalu, apa yang sebenarnya dimaksud dengan authority dalam konteks Google? Faktanya, Google menggunakan ratusan faktor untuk menentukan hasil pencarian yang relevan dan bermanfaat untuk suatu query.
Sistemnya juga mencakup mekanisme untuk memahami hubungan antahalaman, termasuk PageRank, serta sistem yang dirancang untuk mengenali informasi yang bermanfaat dan dapat diandalkan.
Alhasil, website authority lebih tepat dipahami sebagai kumpulan sinyal dan bukti yang menunjukkan bahwa sebuah website relevan, memiliki keahlian, bermanfaat, dan dapat dipercaya.
Jadi, daripada menganggap website authority sebagai skor yang bisa dilihat melalui tool SEO, lebih tepat melihatnya sebagai kekuatan berbagai sinyal yang mendukung kredibilitas sebuah website di mesin pencari.
Pemahaman ini juga mengubah cara melihat strategi SEO. Alih-alih mencoba meningkatkan DA, yang lebih relevan adalah coba membangun bukti agar sebuah website layak mendapatkan peringkat, dirujuk, dan dipercaya.
Google Tidak Menggunakan DA atau DR sebagai Skor Authority Website
Google
Foto oleh Sarah Blocksidge di Pexels
Ada satu kesalahpahaman yang sudah meluas dan telanjur tersebar. Banyak orang mengira Domain Authority adalah metrik orisinal dari Google, padahal tidak.
DA adalah metrik milik Moz, sedangkan Domain Rating alias DR merupakan metrik milik Ahrefs. Platform SEO lainnya juga memiliki sistem pengukuran masing-masing.
Metrik tersebut tetap dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan SEO. Misalnya, untuk membandingkan beberapa website potensial atau melihat kekuatan relatif suatu domain.
Meski begitu, DA dan DR bukanlah metrik yang digunakan Google untuk menentukan authority sebuah website. Panduan Google menjelaskan bahwa tool SEO pihak ketiga tidak memiliki akses ke data internal yang digunakan Google dalam menentukan peringkat.
Karena itu, tools pihak ketiga seperti DA dan DR tidak boleh dianggap sebagai informasi yang berasal langsung dari Google. Google juga menyarankan agar rekomendasi dari tool SEO pihak ketiga dibandingkan kembali dengan panduan resmi Google Search.
Hal ini penting karena DA yang tinggi tidak otomatis membuat sebuah halaman dianggap authoritative untuk semua topik.
Contoh kasus sederhana sebagai berikut:
- Website A: Memiliki DA 80, tetapi menerbitkan konten tentang berbagai topik yang tidak saling berkaitan.
- Website B: Memiliki DA 45, tetapi secara konsisten menerbitkan sumber dan panduan mendalam tentang cybersecurity.
Ketika seseorang mencari jawaban yang sangat spesifik tentang cybersecurity, Website B bisa memiliki relevansi topikal yang lebih kuat.
Karena itu, metrik dari tool SEO pihak ketiga sebaiknya diperlakukan sebagai tolok ukur, bukan sebagai keputusan Google mengenai authority sebuah website.
Bukan Domain Authority, Lantas Apa yang Perlu Diukur
Tampilan laman pencarian Google
Foto oleh cottonbro studio di Pexels
Jangan hanya bergantung pada satu angka dari tool SEO. Untuk melihat perkembangan authority secara lebih menyeluruh, perhatikan beberapa indikator berikut:
- Relevant referring domains, yaitu jumlah domain lain yang relevan dan memberikan backlink ke website.
- Organic visibility, atau seberapa sering website muncul di hasil pencarian organik.
- Pertumbuhan keyword yang mendapatkan ranking, terutama keyword yang relevan dengan bisnis.
- Brand mentions, yaitu penyebutan brand di website atau platform lain.
- Editorial placements, seperti penyebutan atau publikasi yang diperoleh dari media dan publisher.
- Traffic dari audiens yang relevan, bukan sekadar jumlah pengunjung secara keseluruhan.
- Kedalaman konten, yang menunjukkan seberapa lengkap sebuah topik dibahas.
- Topical coverage, yaitu seberapa luas website membahas topik yang menjadi fokusnya.
- Organic conversions, seperti pembelian, pendaftaran, atau lead yang berasal dari pencarian organik.
- Visibilitas untuk keyword komersial, terutama pencarian yang berhubungan langsung dengan produk atau layanan bisnis.
Indikator-indikator tersebut memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang apakah upaya membangun authority benar-benar meningkatkan visibilitas website dan memberikan dampak bagi bisnis.
Hal-Hal yang Sebenarnya Bisa Dipahami Google di Website Anda
Tampilan Google Analytics
Foto oleh Atlantic Ambience di Pexels
Rilisan resmi Google Search memberikan gambaran yang cukup jelas tentang bagaimana mesin pencari memahami sebuah website.
Google melakukan crawling terhadap web, mengindeks konten, lalu menggunakan ratusan faktor untuk menentukan halaman yang paling relevan dan bermanfaat untuk suatu query. Sistem Google dapat memahami beberapa hal berikut:
1. Apa yang Dibahas dalam Konten
Google menganalisis teks dan berbagai elemen lain pada halaman untuk memahami topik yang dibahas.
2. Bagaimana Halaman Saling Terhubung
Googlebot menemukan banyak URL melalui link. Google menyebut sebagian besar halaman baru yang ditemukan setiap hari berasal dari link. Karena itu, link menjadi bagian penting dalam sistem penemuan informasi di web.
3. Apakah Konten Menunjukkan Kualitas yang Bermanfaat
Panduan Google membahas aspek experience, expertise, authoritativeness, dan trustworthiness (E-E-A-T). Berbagai kualitas tersebut dapat dikenali oleh sistem Google melalui kombinasi sejumlah sinyal. Namun, perlu diperhatikan bahwa E-E-A-T bukan faktor ranking tertentu yang berdiri sendiri.
4. Apakah Hasil Pencarian Relevan
Saat menampilkan hasil pencarian, Google mencari halaman yang relevan dan memiliki kualitas yang sesuai dengan query pengguna.
Jika berbagai hal tersebut digabungkan, kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana Google memahami sebuah website.
Google tidak perlu mengetahui berapa angka DA website Anda. Sebaliknya, sistem Google perlu memahami hal-hal seperti:
- "Apa topik utama website ini?"
- "Apakah halaman ini menjawab query pengguna?"
- "Apakah informasinya bermanfaat dan dapat dipercaya?"
- "Bagaimana halaman ini terhubung dengan informasi lain di web?"
- "Apakah website lain yang relevan merujuk pada informasi ini?"
Di sinilah konsep authority menjadi lebih konkret. Authority bukan sekadar angka dari tool SEO, melainkan kumpulan bukti dan sinyal yang membantu mesin pencari memahami relevansi, kualitas, serta kredibilitas sebuah website.
Perspektif Google: Relevansi Lebih Utama daripada Reputasi
Google berulang kali menekankan pentingnya relevansi dan manfaat bagi pengguna. Sistem Google Search dirancang untuk menampilkan informasi yang relevan dengan query pengguna.
Sementara itu, panduan Google mengenai people-first content menekankan apakah sebuah konten memberikan informasi orisinal, nilai yang substansial, menunjukkan keahlian, dan memberikan pengalaman yang memuaskan bagi pembaca.
Jika berbagai penjelasan tersebut digabungkan, website authority yang sebenarnya dapat dipahami sebagai hasil dari:
Konten yang relevan + pengalaman yang bermanfaat + referensi yang kredibel + kehadiran yang konsisten dalam suatu topik
Persoalannya, authority sering kali hanya dipahami sebagai DA tinggi + banyak backlink. Perbedaan pemahaman ini menjadi semakin penting ketika Anda membangun backlink.
Dalam SEO Starter Guide, Google menjelaskan bahwa link dapat menghubungkan pengguna dan mesin pencari dengan sumber daya yang relevan. Link juga dapat memberikan konteks mengenai suatu topik.
Lalu, seperti apa saja sinyal yang dapat membantu membangun authority sebuah website? Tidak ada satu elemen yang bisa berdiri sendiri. Kualitas konten, pengalaman pengguna, referensi dari website lain, serta konsistensi dalam membahas topik tertentu dapat saling melengkapi.
Faktor Utama yang Memengaruhi Authority
- Kualitas Konten: Menerbitkan konten yang bermanfaat, diteliti dengan baik, dan relevan dengan kebutuhan audiens. Konten juga perlu mengikuti pedoman kualitas Google dan memberikan informasi yang benar-benar berguna bagi pembaca.
- Referensi Eksternal yang Relevan: Mendapatkan backlink dari website lain yang relevan dan tepercaya dapat menjadi salah satu sinyal pendukung. Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah backlink, tetapi juga relevansi dan konteks sumber yang memberikan link.
- User Experience: Memastikan website memiliki waktu loading yang baik, nyaman digunakan di perangkat mobile, serta menggunakan HTTPS untuk menjaga keamanan koneksi.
- Kepercayaan terhadap Website: Menunjukkan keahlian secara jelas, memberikan informasi yang transparan mengenai penulis atau pihak yang bertanggung jawab atas konten, serta menghindari praktik spam dan taktik SEO yang manipulatif.
Cara Meningkatkan Authority Website
- Buat konten orisinal dan informatif secara mendalam berdasarkan kebutuhan audiens.
- Bangun referensi dan backlink secara natural melalui digital PR atau dengan menyediakan resource yang benar-benar bermanfaat.
- Perbaiki masalah technical SEO, seperti broken link, halaman yang sulit diakses, dan waktu loading yang terlalu lama.
- Bangun kehadiran yang konsisten pada topik yang relevan dengan bisnis agar website memiliki cakupan topik yang jelas.



