Konten merupakan salah satu aset utama di internet. Ada banyak jenis konten yang dapat dibuat brand untuk membangun engagement dengan audiens, menjangkau pasar baru, membangun komunitas, sekaligus memberikan manfaat bagi pelanggan.
Namun, banyaknya format konten yang tersedia juga membuat marketer kesulitan menentukan fokus. Tantangan ini semakin besar ketika brand harus bersaing dengan konten yang dibuat menggunakan AI, serta fitur pencarian baru seperti Google AI Overviews dan AI Mode.
Setiap jenis konten memiliki tujuan yang berbeda. Ada konten yang dirancang untuk mendatangkan traffic, sementara jenis lainnya lebih berfokus pada lead generation atau meningkatkan brand awareness. Karena itu, strategi content marketing perlu disusun dengan cermat agar setiap konten memberikan hasil yang maksimal.
Lalu, apa saja 5 jenis konten yang paling populer? Penting bagi Anda untuk memahami cara memanfaatkan berbagai jenis konten untuk meningkatkan engagement, pertumbuhan bisnis, dan penjualan.
1. Blog
Ilustrasi konten blog
Foto oleh Daniel Thomas di Unsplash
Blog sudah lama menjadi bagian dari strategi digital marketing. Namun, penggunaannya terus berkembang, terutama ketika bisnis mulai memanfaatkannya sebagai sarana untuk membangun engagement dengan audiens.
Bagi banyak perusahaan, blog bukan sekadar tempat membagikan informasi. Blog dapat menjadi sarana untuk mengedukasi audiens sekaligus mendatangkan traffic ke website. Konten di dalamnya juga dapat mendorong pengunjung melakukan tindakan tertentu, termasuk membuka halaman lain.
Strategi tersebut dapat membantu meningkatkan dwell time dan engagement karena pengunjung memiliki lebih banyak alasan untuk tetap berada di website. Internal link maupun external link ke sumber yang relevan juga dapat digunakan untuk membantu pembaca menemukan informasi tambahan.
Agar strategi ini berjalan efektif, bisnis perlu membuat blog yang relevan, berkualitas, dan ditulis dengan baik. Gaya penulisannya juga perlu konsisten dengan karakter brand.
Topik yang dipilih sebaiknya sesuai dengan minat dan kebutuhan audiens. Konten juga perlu menawarkan solusi atau informasi yang bermanfaat. Dengan begitu, blog dapat membantu bisnis membangun authority, kepercayaan, dan hubungan dengan audiens, sekaligus mendorong conversion.
Tips Membuat Konten Blog
- Prinsip Konten: Blog bukan hanya artikel sekali pakai; buat strategi repurposing dan distribusi sejak awal.
- Pengembangan Format: Satu artikel dapat diubah menjadi berbagai format lain seperti video, gambar, infografik, atau materi webinar untuk menjangkau audiens di lebih banyak channel.
- Efisiensi: Pendekatan ini mengoptimalkan penggunaan waktu dan sumber daya pembuatan konten.
- Peran AI: Membantu pada proses teknis seperti riset, pembuatan outline, penyusunan draft, dan optimasi.
- Peran Manusia: Memberikan nilai tambah melalui pengalaman langsung, temuan orisinal, opini, serta argumentasi berbasis keahlian.
2. Video
Ilustrasi alat untuk produksi konten video
Foto oleh Detail.co di Unsplash
Video merupakan salah satu format konten yang banyak digunakan dalam strategi marketing. Menurut laporan Video Marketing Statistics 2026 dari Wyzowl, 91% bisnis menggunakan video sebagai marketing tool, sementara 82% menyatakan video memberikan return on investment (ROI) yang baik.
Video memiliki potensi besar untuk membangun engagement dengan audiens, meningkatkan jumlah share dan komentar, mendorong conversion, serta mendatangkan traffic ke website. Formatnya pun cukup beragam, mulai dari wawancara, presentasi, tutorial atau how-to, konten behind-the-scenes, hingga video penjelasan produk.
Pilihan platform untuk mendistribusikan video juga semakin banyak. Selain YouTube, bisnis dapat memanfaatkan Instagram, Facebook, dan TikTok sesuai dengan karakter audiens yang ingin dijangkau.
Tips Membuat Konten Video
- Tujuan Utama Video: Fokus memberikan manfaat kepada audiens dengan menjawab pertanyaan, menawarkan solusi, membahas masalah, atau menyajikan informasi yang relevan.
- Format & Variasi Konten: Konten tidak harus selalu informatif, tetapi juga bisa bersifat menghibur untuk mendatangkan traffic.
- Perbedaan Konten dan Iklan: Video content marketing sebaiknya tidak terasa seperti iklan yang menjual secara terus-menerus.
- Durasi & Aksi (CTA): Durasi ideal video digital berkisar 30 detik hingga dua menit, serta perlu menyertakan Call to Action (CTA) yang mengarahkan ke landing page atau website untuk traffic dan konversi.
- Peran AI: Membantu pembuatan script, proses editing, pembuatan caption, dan mengubah satu konten ke berbagai format.
- Peran Manusia: Memberikan sentuhan otentik melalui wawancara, demonstrasi produk, pengalaman langsung, dan kepribadian (personality).
3. Panduan How-to
Ilustrasi konten
Foto oleh Walls.io di Unsplash
Konten how-to atau panduan instruksional memiliki karakter yang mirip dengan artikel blog berdurasi panjang.
Bedanya, format ini berfokus pada penjelasan mendalam tentang cara melakukan sesuatu, mulai dari menyelesaikan pekerjaan tertentu hingga membuat atau membangun sesuatu melalui langkah-langkah yang sistematis.
Isi panduan tentu perlu disesuaikan dengan karakter audiens dan industri. Namun, jenis konten ini dapat menjadi sarana untuk menunjukkan keahlian, membangun kepercayaan, sekaligus memperluas daftar email.
Mengapa Panduan How-to Efektif?
- Meningkatkan SEO: Konten instruksional yang mendalam memiliki peluang untuk mendapatkan peringkat pada berbagai search query dan mendatangkan organic traffic ke website.
- Membangun authority: Jawaban yang benar-benar membantu dapat menunjukkan keahlian brand sekaligus membangun kepercayaan audiens.
- Mendorong lead menjadi pelanggan: Pembaca yang sebenarnya tidak ingin mengerjakan sesuatu sendiri dapat melihat kemampuan bisnis melalui panduan tersebut. Hal ini dapat meningkatkan peluang mereka menggunakan jasa atau membeli produk yang ditawarkan.
- Memperkenalkan produk: Produk atau tools yang dimiliki bisnis dapat dimasukkan secara relevan sebagai solusi untuk membantu pembaca menyelesaikan proses dengan lebih mudah.
Tips Membuat Konten How-to
- Kejelasan & Keringkasan: Panduan harus menjelaskan cara menyelesaikan pekerjaan secara langsung dan ringkas tanpa informasi yang tidak diperlukan.
- Struktur & Kemudahan Dibaca: Pastikan pembuatan konten how-to Anda mudah dipindai (scannable) dan pecah proses menjadi langkah-langkah sederhana agar mudah diikuti.
- Penggunaan Elemen Visual: Sertakan gambar, diagram, tangkapan layar, atau video untuk memperjelas bagian yang sulit dijelaskan dengan teks.
- Pengujian Alur & Logika: Pastikan alur panduan logis dengan meminta rekan kerja membacanya terlebih dahulu untuk menguji apakah langkah-langkahnya mudah dipahami.
- Peran AI: Membantu menyusun struktur, merancang layout, menemukan kekurangan materi, dan memetakan alur proses yang perlu dijelaskan.
- Peran Manusia: Memberikan nilai lebih melalui pengalaman langsung, keahlian praktis, dan pemahaman dari praktik nyata.
4. Infografik
Ilustrasi konten infografik
Foto oleh Daniel Brady di Unsplash
Infografik termasuk salah satu format konten yang populer. Alasannya, format ini dapat menyajikan informasi dalam jumlah cukup banyak, seperti statistik, hasil riset, dan data lainnya, dalam bentuk visual yang lebih menarik, mudah dipahami, dan mudah dibagikan.
Infografik tidak hanya berpotensi mendatangkan traffic ke website, tetapi juga membantu mendapatkan backlink berkualitas. Karena mudah dibagikan, infografik juga dapat membantu brand menjangkau audiens yang lebih luas.
Membuat infografik membutuhkan kemampuan desain. Beberapa elemen penting yang perlu diperhatikan antara lain penggunaan white space yang cukup, pembagian informasi ke dalam beberapa bagian, pemilihan font yang mudah dibaca, serta penggunaan warna yang saling melengkapi.
Tips Membuat Konten Infografik
- Alat Produksi Konten Visual: Pembuatan infografik tidak selalu butuh aplikasi kompleks; platform sederhana seperti Canva atau Capcut bisa dimanfaatkan.
- Prinsip Utama Desain: Fungsi visual harus memperjelas dan membantu pemahaman informasi, bukan malah mempersulitnya.
- Peran AI: Membantu dalam menganalisis dan merangkum data, memberi rekomendasi bentuk visualisasi, serta menyusun teks (copy).
- Peran Manusia: Menyediakan data orisinal, memberikan interpretasi, membangun storytelling, dan memasukkan perspektif brand.
5. Riset Orisinal
Ilustrasi kreasi konten
Foto oleh Windows di Unsplash
Riset orisinal merupakan salah satu sumber konten yang tidak seharusnya diremehkan oleh perusahaan. Data atau insight yang dihasilkan secara langsung dapat menjadi aset milik perusahaan. Artinya, data tersebut dapat digunakan secara eksklusif oleh perusahaan, meskipun pihak lain tetap dapat mengutipnya ketika dipublikasikan.
Konten berbasis riset orisinal juga dapat membantu meningkatkan performa di mesin pencari, menarik backlink, dan memperkuat Domain Authority. Lalu, seperti apa riset yang dapat disebut orisinal? Intinya adalah menemukan celah informasi di pasar dan mengisinya dengan data yang relevan serta memiliki nilai khusus bagi brand.
Setelah dipublikasikan, website atau landing page perusahaan dapat menjadi sumber utama untuk informasi baru tersebut. Beberapa bentuk riset orisinal yang dapat dilakukan antara lain:
- Online survey: Kuesioner terstruktur yang disebarkan melalui email, media sosial, atau platform web untuk mengumpulkan data kuantitatif dan melihat tren statistik dalam skala besar.
- Wawancara: Percakapan secara langsung, melalui telepon, video call, atau tatap muka untuk menggali insight dan motivasi pelanggan atau klien secara lebih mendalam.
- Observasi dan analisis: Mengamati target pengguna ketika berinteraksi langsung dengan produk atau layanan untuk memahami perilaku mereka.
- Data internal: Analisis terhadap metrik milik perusahaan, catatan pelanggan, atau tren penjualan yang hanya tersedia di dalam bisnis.
Tips Membuat Konten Riset Orisinal
- Pendekatan Skala Kecil: Riset orisinal dapat dimulai secara sederhana tanpa membutuhkan biaya atau sumber daya yang besar.
- Pemanfaatan Media Sosial & Polling: Platform media sosial dapat dimanfaatkan untuk membuat jajak pendapat atau survei sederhana guna mendapatkan data dan wawasan khusus bagi brand.
- Penggunaan Kontak: Mengoptimalkan basis data email atau nomor HP pelanggan yang sudah ada untuk mengumpulkan data tanpa perlu memulai dari nol.
- Peran AI: Membantu dalam merancang survei, menganalisis dan memvisualisasikan data, serta menemukan pola dari hasil riset.
- Peran Manusia: Memiliki akses ke data internal, interaksi dengan responden manusia, analisis wawasan yang mendalam, serta kemampuan mengambil keputusan berdasarkan hasil penelitian.





